Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Juli 2020 | 01.48 WIB

Dokter dan Bidan Meninggal di RS, Dinkes Pastikan Tertular Covid-19

dr Agus Pramono dan Ida Istiningtyas. (Istimewa) - Image

dr Agus Pramono dan Ida Istiningtyas. (Istimewa)

JawaPos.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sidoarjo berduka. Selasa (7/7) dua tenaga kesehatan (nakes) meninggal karena tertular Covid-19. Yaitu, Kepala Puskesmas Kedungsolo (Porong) dr Agus Pramono dan bidan senior di Puskesmas Krembung Ida Istiningtyas. Keduanya wafat setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Kepala Dinkes Sidoarjo dr Syaf Satriawarman SpPros memimpin pelepasan jenazah dokter Agus di RSI Jemursari, Surabaya. Dia menyatakan kehilangan atas gugurnya dokter yang mengabdi di Kota Delta tersebut. Syaf juga berterima kasih pada rumah sakit yang selama ini merawat dokter 49 tahun tersebut.

Syaf menjelaskan, dokter Agus diduga terpapar Covid-19. Sudah sekitar sepuluh hari dia dirawat di rumah sakit. Berdasar informasi, rapid test yang bersangkutan menunjukkan hasil reaktif. Sebelum dokter Agus meninggal, prosedur swab juga dilakukan. ’’Hasilnya positif Covid-19,’’ kata Syaf.

Perawatan maksimal telah diberikan rumah sakit kepada dokter yang menjabat kepala puskesmas di Porong tersebut. Termasuk menyediakan ventilator untuk membantu pernapasan. Namun, ternyata takdir berkata lain.

Menurut Syaf, dokter Agus adalah pimpinan puskesmas yang rajin. Dia juga peduli di bidang pelayanan. Bahkan, saat pandemi, dia aktif mengampanyekan protokol kesehatan.

Hal serupa dilakukan bidan Ida. Bidan 46 tahun itu aktif turun tangan dalam mencegah penularan Covid-19. ’’Almarhum dan almarhumah sangat rajin,’’ ujar Syaf. Karena itu, dinkes merasa kehilangan atas kepergian dua nakes berdedikasi yang terpapar virus korona jenis baru tersebut.

Syaf menyebutkan, hingga kemarin, total lima nakes Kota Delta meninggal karena terpapar Covid-19. Perinciannya, 2 dokter, 2 perawat, dan 1 bidan. Mereka dimakamkan sesuai dengan protokol Covid-19.

Sebagian besar di antara mereka memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Termasuk dokter Agus dan Ida. Keduanya diketahui memiliki penyakit diabetes. ’’Gulanya (diabetes, Red) tinggi,’’ jelas Syaf.

Demi menyelamatkan para nakes yang sakit, dinkes berupaya maksimal. Mereka mencarikan rumah sakit yang memiliki ruang isolasi khusus dan ventilator untuk Ida. Upaya tersebut dilakukan hingga ke Surabaya. Sebab, ruang isolasi khusus di rumah sakit rujukan Kota Delta sudah penuh. Ventilator bagi pasien pun tidak ada. Jadi, perlu rujukan ke rumah sakit wilayah lain.

Rasa kehilangan juga dirasakan rekan sejawat almarhum dan almarhumah. Kepala Puskesmas Trosobo dr Arif Rahman Nurdianto mengakui akrab dengan dokter Agus dan Ida. Dengan dokter Agus, Arif sering ikut pelatihan bersama. Dia juga mengenal sosok Ida saat masih sama-sama mengabdi di Puskesmas Krembung. ’’Kami pernah membuat vlog promosi kesehatan bersama,’’ ucapnya.

Arif sangat kehilangan dengan kepergian dua teman karibnya tersebut. Kolega yang senantiasa bersemangat menjalankan tugas.

13 OTG Tinggalkan Tempat Isolasi


Perjuangan tenaga kesehatan (nakes) terus menampakkan hasil. Belasan orang tanpa gejala (OTG) yang terpapar virus korona jenis baru (Covid-19) meninggalkan tempat isolasi di Mal Pelayanan Publik (MPP). Selasa (7/7) 13 OTG dinyatakan sembuh dan pulang.

Mereka meninggalkan tempat isolasi secara bersama. Harapan bertemu keluarga tercinta kini nyata. ’’Senang. Senang sekali pulang,’’ kata Munisah, salah seorang OTG. Perempuan 48 tahun itu menyatakan juga tetap bahagia selama menjalani karantina. Di MPP, dia bergaul dengan sesama warga yang diisolasi tanpa kendala.

Warga Wonoayu itu merasa diperhatikan. Fasilitas isolasi memadai. Ada tempat berjemur setiap pagi. Munisah dan para pasien berolahraga bersama. Sore juga. Bareng petugas kesehatan, mereka cari keringat agar sehat. Juga, membangkitkan rasa gembira. Dengan begitu, imunitas tubuh meningkat.

Munisah saat ini bisa berkumpul dengan keluarga lagi. Hasil pemeriksaan swab-nya dinyatakan negatif. Namun, setelah kembali ke rumah, dia harus menjalani isolasi mandiri di rumah selama sepekan untuk memastikan kondisinya benar-benar sehat.

Ibu dua anak itu menjalani isolasi selama 23 hari di MPP. Selama itu banyak hal yang dilewati. Baru ada enam orang yang diisolasi dalam gedung di kawasan Lingkar Timur tersebut. Suasana yang sangat sepi akhirnya ramai karena dihuni 90 orang. ’’Saya termasuk yang pertama di sana,’’ katanya.

Sekretaris Dinkes Sidoarjo dr Zuhaida yang dipercaya sebagai ketua penanggung jawab tempat isolasi di MPP menyatakan, kepulangan OTG terjadi sejak pekan lalu. Namun, jumlahnya tidak banyak. Dalam sehari hanya seorang. Sudah ada empat orang yang sebelumnya kembali ke rumah. ’’Total ada 17 orang yang sudah pulang,’’ kata Zuhaida. Saat ini jumlah OTG yang diisolasi di sana masih banyak. Ada 78 orang. Sebagian pasien baru datang. Mereka menggantikan pasien yang sudah lama dan pulang.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=pxYaQNxi_cA

https://www.youtube.com/watch?v=JRZr13RQsPU

https://www.youtube.com/watch?v=y31hhssA9DM

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore