
BELUM JERA: Pelanggar protokol kesehatan terjaring razia oleh petugas gabungan yang tergabung dalam Swab Hunter. Para pelanggar ’’dihukum’’ menjalani swab test di puskesmas. (Dimas Maulana/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pekan terakhir September, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengumpulkan seluruh camat. Dalam pertemuan itu, dia membeberkan persoalan genting. Virus korona jenis baru tak lagi pilih kasih dan kini mulai menyerang anak muda.
Berdasar data yang dihimpun pemkot, ada fakta mengejutkan. Sekitar 30 persen pemuda Surabaya terpapar Covid-19. Mulai rentang usia 20 tahun hingga 30 tahun. Kaum milenial yang seharusnya memiliki imunitas tinggi itu akhirnya kalah juga.
Pengamatan dilakukan. Pemuda yang terpapar tersebut ditelaah. Hasilnya, mereka terinfeksi virus korona lantaran tidak disiplin. Melanggar protokol kesehatan (prokes). Berkerumun tanpa jaga jarak.
Bukannya menetap, virus yang menempel pada pemuda malah terus berpindah-pindah. Virus itu mencari inang yang sesuai agar bisa berlipat ganda. Nah, alhasil warga lanjut usia (lansia) rentan tertular.
Tak ingin kondisi tersebut berlarut, Risma memberikan instruksi supaya jajarannya memantau titik-titik kerumunan. Tugas itu dibebankan kepada sebuah tim. Namanya Swab Hunter (pemburu uji usap). Setiap hari tim tersebut berkeliling untuk memantau pelanggaran prokes.
Nakhoda Swab Hunter adalah para camat. Selain itu, mereka dibantu Kapolsek dan Danramil. Mereka bertugas memantau wilayah. Memelototi jalan, kafe, warkop, dan tempat kerumunan.
Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Irvan Widyanto menyatakan, Swab Hunter bekerja 24 jam. ”Sejak pagi hingga malam. Setiap ada kerumunan, tim itu turun,” jelasnya.
Photo
Irvan menyatakan, tim khusus Swab Hunter dibentuk untuk memberikan ketegasan. Warga yang melanggar langsung dikenai sanksi. Selain KTP disita, pelanggar juga wajib menjalani uji usap. ”Tidak ada toleransi. Melanggar langsung swab,” tegasnya.
Camat diberi kewenangan penuh untuk menindak pelanggar. Warga diangkut menuju puskesmas untuk menjalani uji usap. Ketegasan tersebut dipraktikkan di semua kecamatan. Salah satunya, Kecamatan Karang Pilang. Bukti swab test akan membuat warga pikir-pikir jika mau bandel. Syarat itu juga menghindari warga yang tidak tertib kabur saat diminta mengikuti swab test. Mereka bisa saja lari, tetapi KTP mereka sudah ditahan petugas. ”Kalau menghindari tes, pasti ya ndak akan punya KTP ,” jelas Camat Karang Pilang Eko Budi Susilo kemarin (3/10).
Irvan menambahkan, Swab Hunter tidak hanya menindak pelanggar. Tetapi juga mendapatkan data dan memastikan tingkat persebaran korona di Surabaya. ”Apakah terkendali atau meningkat,” katanya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
