
Ilustrasi pasien Covid-19. (Chis/Jawa Pos)
JawaPos.com – Pemimpin organisasi perangkat daerah (OPD) Kota Delta yang terpapar virus korona jenis baru bertambah. Dua pejabat eselon II yang menjabat kepala dinas (Kadis) dinyatakan positif Covid-19, Kamis (3/9). Total ada tujuh Kadis yang harus menjalani isolasi mandiri.
Sejak hasil swab keluar, mereka tidak bekerja di kantor lagi. Sebagian di antara mereka sampai saat ini sudah menjalani isolasi beberapa hari. ’’Kondisinya baik. Rata-rata tanpa gejala,’’ kata Kepala Dinkes Sidoarjo Syaf Satriawarman.
Saat didesak terkait dengan pimpinan OPD mana saja yang terpapar, Syaf menyatakan bahwa pihaknya tidak dapat mengumumkan. Sesuai dengan ketentuan yang disepakati, hasil swab langsung dikirim ke para pihak. Laporan masuk ke atasan mereka langsung. Yakni, Sekda yang kini dipercaya sebagai Plh bupati Sidoarjo. Syaf tidak ingin menerobos kesepakatan tersebut. ’’Lebih baik (bertanya) kepada pihak yang berwenang,’’ ucapnya.
Syaf hanya memastikan kondisi para pejabat tersebut tidak mengkhawatirkan. Di sisi lain, bukan hanya para aparatur sipil negara (ASN) yang terpapar korona. Virus tersebut sekarang juga menyasar pegawai badan usaha milik daerah (BUMD) di bidang perbankan. Di salah satu BUMD di Sidoarjo ada empat pegawai yang dinyatakan positif Covid-19. Mereka pun telah menjalani isolasi mandiri.
Warga yang terpapar virus korona lebih sering melakukan isolasi mandiri di rumah. Mereka memilih hal itu lantaran merasa kondisi baik-baik saja. Karena itu, tidak perlu perawatan di rumah.
Kondisi tersebut membuat ruang isolasi Covid-19 di rumah sakit rujukan masih longgar. Dari 596 tempat tidur yang tersedia, ada 40 persen yang belum digunakan.
Selain karena banyak yang melakukan isolasi mandiri, ruang isolasi di rumah sakit itu longgar lantaran beberapa pasien dirawat di rumah sakit wilayah lain. Salah satunya di Surabaya. Mereka masuk data penambahan kasus Sidoarjo, tapi orangnya di wilayah lain.
’’Ada penambahan kasus yang cukup banyak itu juga tidak semua posisi di Sidoarjo,’’ ucap Syaf.
Namun, mereka tetap masuk data Sidoarjo karena warga Kota Delta. Karena itu, tiap hari masih ada penambahan kasus baru.
Baca Juga:Tujuh Orang Pejabat di Pemkab Sidoarjo Positif Covid-19
Puncak penambahan kasus terjadi saat ada lebih dari 170 kasus bulan lalu. Tapi, angka tersebut menurun dengan penambahan tidak sampai 100 kasus per hari. Hanya, penurunan tidak bertahan lama. Tidak sampai dua pekan, ada kenaikan kasus di angka 113 sehari. Saat ini kasus kembali turun, tapi Sidoarjo masih masuk zona merah.
Untuk mengantisipasi lonjakan kasus lagi, ruang isolasi tetap dipersiapkan. Termasuk ruang isolasi untuk para OTG di hotel. Sampai saat ini pun masih ada ruangan kosong. ’’Dari 70 ruangan yang tersedia, masih ada sekitar 30,’’ ucap penanggung jawab ruang isolasi dr Zuhaida. Jumlah tersebut berubah setiap hari.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=2aHj-6bfqGk
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
