Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 1 Oktober 2021 | 16.50 WIB

Asyik KBS Buka Lagi, Wali Kota: Aku Yo Wes Kangen Numpak Gajah, Rek!

WISATA EDUKASI: Siswa taman kanak-kanak mengunjungi Kebun Binatang Surabaya kemarin (24/11). Mereka bisa belajar aneka satwa. (Dipta Wahyu/Jawa Pos) - Image

WISATA EDUKASI: Siswa taman kanak-kanak mengunjungi Kebun Binatang Surabaya kemarin (24/11). Mereka bisa belajar aneka satwa. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

JawaPos.com- Wisata di Kota Surabaya bakal kembali bangkit. Terbaru, pemkot sudah mendapatkan lampu hijau dari pemerintah pusar untuk membuka Kebun Binatang Surabaya (KBS) dan Surabaya North Quay di Pelabuhan Tanjung Perak.

Kepastian itu disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Kamis (30/9). Beberapa hari yang lalu, pihaknya mendapatkan informasi tersebut dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Menurut Eri, sebelum membuka tempat wisata, pemkot diminta melakukan persiapan protokol kesehatan. Di antaranya, memakai QR code aplikasi PeduliLindungi, mengatur akses keluar masuk, menyediakan sarana-prasarana seperti wastafel serta hand sanitizer, serta mengatur jumlah pengunjung.

Metode pembayaran juga diatur. Pemerintah meminta tidak ada pembayaran langsung. ”Tiket disediakan online,” ucapnya.

Lantas, kapan dibuka? Eri menjelaskan, selepas mendapatkan informasi itu, satgas segera turun ke KBS serta Surabaya North Quay. Petugas berdiskusi dengan pengelola agar secepatnya memenuhi persyaratan. Targetnya, tidak lama lagi tempat wisata itu beroperasi. Wisatawan kembali bisa berkunjung. ”Aku yo wes kangen numpak gajah, Rek,’’ kata dia.

Pantauan Jawa Pos pada Kamis (30/9), QR code aplikasi PeduliLindungi sudah dipasang di pintu masuk dan pintu keluar KBS. ”Aplikasi sudah dipasang sejak Rabu (29 September, Red),’’ kata petugas sekuriti KBS Agus Kamiludin kemarin.

Humas KBS Agus Supangat menyampaikan, aplikasi PeduliLindungi disiapkan untuk menskrining setiap pengunjung. Tujuannya, deteksi dini untuk mencegah kemungkinan penularan Covid-19 di area wisata. Terutama membuktikan bahwa yang bersangkutan sudah divaksin Covid-19. ”Bukan hanya pengunjung, pegawai juga diskrining,’’ jelas Agus.

Selama ini, KBS memang masih menjadi salah satu primadona wisata di Kota Pahlawan. Setiap tahun jumlah pengunjung selalu mengalami kenaikan. Data yang didapat Jawa Pos, pada 2016 jumlah pengunjung sebanyak 1,3 juta orang, 2017 (1.5 juta orang), 2018 (2 juta orang), dan 2019 mencapai 2,4 juta orang. Momentum lonjakan biasanya terjadi pada saat libur Nataru, tanggal merah, dan liburan sekolah. Dalam sehari mencapai puluhan ribu orang.

Dengan jumlah pengunjung sebanyak itu, perputaran uang pun cukup besar. Dari harga tiket masuk Rp 15 ribu per orang saja, potensi pemasukan mencapai Rp 36  miliar. Belum termasuk saat pengunjung menikmati wahana yang harus membeli tiket lagi.

Nah, sejak pandemi 2020, tingkat kunjungan pun menurun drastis. Terlebih pada 2021 yang harus mengalami penutupan panjang dampak PPKM. Maklum, tengah terjadi lonjakan kasus Covid-19.

 

 

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore