
WISATA EDUKASI: Siswa taman kanak-kanak mengunjungi Kebun Binatang Surabaya kemarin (24/11). Mereka bisa belajar aneka satwa. (Dipta Wahyu/Jawa Pos)
JawaPos.com- Wisata di Kota Surabaya bakal kembali bangkit. Terbaru, pemkot sudah mendapatkan lampu hijau dari pemerintah pusar untuk membuka Kebun Binatang Surabaya (KBS) dan Surabaya North Quay di Pelabuhan Tanjung Perak.
Kepastian itu disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Kamis (30/9). Beberapa hari yang lalu, pihaknya mendapatkan informasi tersebut dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Menurut Eri, sebelum membuka tempat wisata, pemkot diminta melakukan persiapan protokol kesehatan. Di antaranya, memakai QR code aplikasi PeduliLindungi, mengatur akses keluar masuk, menyediakan sarana-prasarana seperti wastafel serta hand sanitizer, serta mengatur jumlah pengunjung.
Metode pembayaran juga diatur. Pemerintah meminta tidak ada pembayaran langsung. ”Tiket disediakan online,” ucapnya.
Lantas, kapan dibuka? Eri menjelaskan, selepas mendapatkan informasi itu, satgas segera turun ke KBS serta Surabaya North Quay. Petugas berdiskusi dengan pengelola agar secepatnya memenuhi persyaratan. Targetnya, tidak lama lagi tempat wisata itu beroperasi. Wisatawan kembali bisa berkunjung. ”Aku yo wes kangen numpak gajah, Rek,’’ kata dia.
Pantauan Jawa Pos pada Kamis (30/9), QR code aplikasi PeduliLindungi sudah dipasang di pintu masuk dan pintu keluar KBS. ”Aplikasi sudah dipasang sejak Rabu (29 September, Red),’’ kata petugas sekuriti KBS Agus Kamiludin kemarin.
Humas KBS Agus Supangat menyampaikan, aplikasi PeduliLindungi disiapkan untuk menskrining setiap pengunjung. Tujuannya, deteksi dini untuk mencegah kemungkinan penularan Covid-19 di area wisata. Terutama membuktikan bahwa yang bersangkutan sudah divaksin Covid-19. ”Bukan hanya pengunjung, pegawai juga diskrining,’’ jelas Agus.
Selama ini, KBS memang masih menjadi salah satu primadona wisata di Kota Pahlawan. Setiap tahun jumlah pengunjung selalu mengalami kenaikan. Data yang didapat Jawa Pos, pada 2016 jumlah pengunjung sebanyak 1,3 juta orang, 2017 (1.5 juta orang), 2018 (2 juta orang), dan 2019 mencapai 2,4 juta orang. Momentum lonjakan biasanya terjadi pada saat libur Nataru, tanggal merah, dan liburan sekolah. Dalam sehari mencapai puluhan ribu orang.
Dengan jumlah pengunjung sebanyak itu, perputaran uang pun cukup besar. Dari harga tiket masuk Rp 15 ribu per orang saja, potensi pemasukan mencapai Rp 36 miliar. Belum termasuk saat pengunjung menikmati wahana yang harus membeli tiket lagi.
Nah, sejak pandemi 2020, tingkat kunjungan pun menurun drastis. Terlebih pada 2021 yang harus mengalami penutupan panjang dampak PPKM. Maklum, tengah terjadi lonjakan kasus Covid-19.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
