Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Mei 2026 | 03.33 WIB

Pemkot Surabaya Pastikan Kasus Hantavirus Masih Nihil, Warga Diminta Tetap Waspada

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dokter Billy Daniel Messakh memastikan kasus positif Hantavirus di Kota Pahlawan masih nihil. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Kepala Dinas Kesehatan Surabaya, dokter Billy Daniel Messakh memastikan kasus positif Hantavirus di Kota Pahlawan masih nihil. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Di tengah kekhawatiran masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) memastikan kasus positif Hantavirus di Kota Pahlawan masih nihil. 

“Hantavirus ini sebenarnya bukan penyakit baru, penularannya dari tikus. Sampai sekarang di Surabaya belum ada kasus yang terbukti positif,” tutur Kepala Dinkes Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh dalam keterangannya, Jumat (8/5).

Kemunculan wabah hantavirus dalam perjalanan kapal pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik merenggut tiga nyawa penumpang. Hal ini memicu kekhawatiran global terhadap penyebaran virus langka tersebut.

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan menyebut sepanjang 2024 - 2026, tercatat 251 kasus suspek Hantavirus. Dari jumlah tersebut, 23 orang terkonfirmasi positif tersebar di 9 provinsi, paling banyak di DKI Jakarta dan DI Yogyakarta.

Kemunculan wabah hantavirus, baru-baru ini menjadi sorotan global setelah tiga penumpang kapal pesial MV Hondius yang tengah berlayar di Samudra Atlantik, dilaporkan meninggal dunia karena penyakit zoonosis tersebut.

Meskipun di Surabaya masih nihil, Pemkot melakukan beberapa langkah preventif, seperti pemeriksaan suhu tubuh di pintu masuk transportasi publik (bandara, pelabuhan, dan jalur transportasi darat).

"Langkah ini penting untuk mendeteksi lebih dini. Kalau ada yang terdeteksi suhu tubuhnya di atas normal, tentu harus segera dipantau atau dilakukan langkah pengawasan lebih lanjut,” lanjut dokter Billy.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada. Billy menjelaskan gejala Hantavirus menyerupai flu biasa atau common cold, seperti demam, tubuh lemas, dan gangguan gastrointestinal (sistem pencernaan).

Ia juga mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar rumah apabila tidak mendesak. Namun apabila harus beraktivitas, warga diminta tetap menjaga kebugaran tubuh dan menggunakan perlindungan diri.

“Yang paling penting masyarakat tetap menjaga daya tahan tubuh. Olahraga rutin, makan bergizi, dan kalau berada di keramaian atau ruang tertutup sebaiknya menggunakan masker,” serunya.

Billy menyebut, sejumlah negara di Eropa juga mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular (termasuk munculnya wabah Hantavirus) dengan kembali menggunakan alat pelindung diri seperti saat pandemi Covid-19.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore