
Ilustrasi penculikan. ANTARA/Shutterstock
JawaPos.com- Di depan satpam sekolah, R, kemarin pagi menangis. Salah seorang siswa SDN Sidokare 4 itu mengaku menjadi korban kejahatan. Saat hendak berangkat ke sekolah, bocah kelas V itu dicegat dua orang tak dikenal. Dia pun sempat ketakutan.
Kepala SDN Sidokare 4 Sumilah membenarkan laporan dari siswa dan guru kelas mengenai peristiwa tersebut. Kejadiannya sekitar pukul 06.30 WIB. Kalau jalan kaki, jarak rumah korban dengan sekolah hanya sekitar 5 menit.
Saat hendak masuk jalan perumahan menuju sekolah, lanjut Sumulah, tiba-tiba R diminta berhenti oleh dua orang, perempuan dan laki-laki. Kedua orang itu mengendarai sepeda motor matik. R mengaku tidak mengenalnya. Berdasar keterangan yang didapat Sumilah, R sempat diajak naik ke motor tersebut.
Korban menolak sehingga sempat terjadi tarik-menarik. Sampai akhirnya tangan pelaku perempuan digigit oleh R. ’’Selepas itu, anaknya langsung lari ke sekolah, lapor ke penjaga sekolah,’’ ujarnya.
Saat penjaga sekolah melihat ke lokasi kejadian, dua pelaku yang dimaksud R sudah tidak ada di tempat. Selepas mendengar kejadian itu, pihaknya langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kota Sidoarjo. Sekitar pukul 11.00 WIB petugas datang dan melakukan olah TKP sembari mencari beberapa bukti CCTV.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Kota Sidoarjo I Komang Yuwandi Sastra mengatakan bahwa pelaku masih dalam penyelidikan.
Dari informasi yang berhasil digali dari beberapa sumber Jawa Pos yang tidak mau disebutkan namanya, kabarnya pelaku sudah bisa teridentifikasi oleh pihak kepolisian. Namun, diduga motif pelaku bukan hendak menculik si anak, melainkan pencurian dengan kekerasan (curas).
Modusnya, menggiring korban ke tempat sepi lalu mencopoti perhiasan korban yang berusia sekitar 11 tahun itu. Kejadian serupa memang beberapa kali juga pernah terjadi. Termasuk di wilayah hukum Sidoarjo.
Sementara itu, warga sekitar, Alviani, menyebut memang daerah sekitar sekolah cukup rawan, terlebih lokasinya di dalam perumahan dengan akses yang cukup mudah jika ingin pergi ke jalan raya.
Dia curiga kejadian itu bermotif perampasan HP. Apalagi, beberapa waktu lalu sempat ada siswa SD yang HP-nya dijambret orang saat bermain di musala sebelah sekolah. ’’Kalau waktu pastinya saya lupa antara bulan ini atau bulan kemarin kalau tidak salah,’’ tuturnya.
Kasihumas Polresta Sidoarjo Iptu Tri Novi Handono mengungkapkan bahwa kabar tersebut kemngkinan hoaks. ’’Berawal dari mimpi korban atau halusinasinya terus cerita ke guru, tidak ada kejadian dan motif penculikan itu,’’ ungkapnya.

Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Prediksi Skor Meksiko vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kelemahan 3 Singa di Estadio Azteca
Prediksi Skor Brasil vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Statistik Vikings Siap Hancurkan Samba
Prediksi Skor Brasil vs Norwegia: Bursa Taruhan Dunia Jagokan Selecao, Opta Beri Peluang Menang 53,6 Persen
Prediksi Skor Meksiko vs Inggris di Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi The Three Lions Demi Lolos Perempat Final!
Prediksi Skor Prancis vs Paraguay: Bursa Taruhan Jagokan Les Bleus, Opta Catat Peluang Menang 79,7 Persen!
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Kanada vs Maroko: Bursa Dunia Sepakat Pilih Atlas Lions, Opta Beri Peluang Menang 51,8 Persen
Prediksi Skor Inggris vs Meksiko: Bursa Taruhan Dunia Tetap Jagokan Three Lions, Rekor Angker Azteca Jadi Ancaman
