Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 Mei 2026 | 18.29 WIB

Jatim Punya Instalasi Karantina Terpadu Pertama di RI, Pangkas Proses Ekspor-Impor

Gubernur Khofifah saat meresmikan pusat karantina di Puspo Agro Sidoarjo. (Pemprov Jatim) - Image

Gubernur Khofifah saat meresmikan pusat karantina di Puspo Agro Sidoarjo. (Pemprov Jatim)

 JawaPos.com - Jawa Timur resmi memiliki Instalasi Karantina Terpadu pertama di Indonesia yang berlokasi di Jemundo Puspa Agro, Sidoarjo. Fasilitas ini diharapkan mempercepat proses layanan ekspor dan impor dalam satu kawasan terintegrasi.

Peresmian dilakukan Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Jumat (8/5).

Kawasan ini dibangun di atas lahan seluas lima hektare. Seluruh proses karantina hewan, ikan, dan tumbuhan dipusatkan dalam satu area.

Karding menyebut keberadaan Badan Karantina Indonesia menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat perlindungan sumber daya alam hayati nasional. Hal ini juga berkaitan dengan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, fungsi badan karantina kini semakin luas. Tidak hanya mencegah penyebaran hama dan penyakit, tetapi juga mengawasi keamanan pangan hingga produk rekayasa genetik.

“Kami memiliki Tugas pengawasan dan pengendalian keamanan dan mutu pangan, pakan, produk rekayasa genetik (PRG), sumber daya genetik (SDG), agensia hayati, jenis asing invasif (JAI), tumbuhan dan satwa liar serta tumbuhan dan satwa langka,” terangnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam penyediaan lahan. Menurutnya, integrasi layanan di satu kawasan akan membuat proses lebih efektif dan efisien.

“Kami berterima kasih kepada ibu Gubernur Khofifah yang telah menempatkan Balai Karantina di satu tempat sehingga barang yang di uji dan di karantina bisa dengan mudah efektif efisien tidak berbelit dan dwelling time,”jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pelepasan sejumlah komoditas ekspor unggulan Jawa Timur. Salah satunya frozen yellowfin tuna seberat 19.906,46 kilogram tujuan Amerika Serikat.

Komoditas tersebut berasal dari Koperasi Produsen Pondok Pesantren Al-Ishlah dan PT Citra Raja Ampat Canning. Selain itu, terdapat ekspor bahan baku pakan ternak milik PT Charoen Pokphand Indonesia ke Timor Leste.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore