
Didampingi kuasa hukumnya, Nenek Elina memenuhi panggilan klarifikasi di gedung Ditreskrimum Polda Jawa Timur. Ia tegas menolak damai atau RJ. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kisah Elina Widjajanti, nenek 80 tahun yang diusir paksa oleh oknum anggota ormas dari rumahnya sendiri di Jalan Dukuh Kuwukan, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, kembali menjadi sorotan.
Terbaru, tersangka Samuel Ardi Kristanto (SAK) bersama Muhammad Yasin (MY), Klowor (SY) dan WE, mengajukan penyelesaian damai (restorative justice). Namun permohonan tersebut ditolak tegas oleh Nenek Elina.
Ia mengaku sudah telanjur kecewa karena diusir dari rumahnya sendiri. Bahkan tak lama setelah Nenek Elina diusir, rumah peninggalan kakak kandungnya, Elisa Irawati dibongkar secara paksa.
Hal tersebut disampaikan setelah Nenek Elina didampingi kuasa hukumnya, Wellem Mintarja, memenuhi panggilan klarifikasi tambahan di gedung Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Kamis sore (19/2).
"Ya dilanjutkan aja (proses hukumnya). Saya kecewa, trauma, barang-barang saya habis semua, saya tidak bisa ngambil apapun dan saya diangkat ke atas. Sudah, saya mau jalan keluar sendiri," tuturnya lirih.
Wellem menambahkan, dalam proses mediasi tersangka menawarkan pengembalian status objek seperti semula dan siap membangun kembali rumah Nenek Elina, namun pihaknya tetap menolak damai.
"Jadi pemanggilan kali ini terkait permohonan pihak terlapor untuk dilaksanakan RJ, kemudian disampaikan beberapa penawaran. Namun kami menolak dan kami memilik untuk melanjutkan supaya ada kepastian hukum," ucap Wellem.
Nama Nenek Elina Widjajanti, 80 tahun, sempat menjadi perbincangan hangat di publik, setelah peristiwa pengusiran paksa dari rumahnya di Jalan Dukuh Kuwuhan 27, Kelurahan Lontar, Surabaya, viral di media sosial.
Didampingi kuasa hukum, Nenek Elina membuat laporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jawa Timur, yang tercatat dengan nomor LP/B/18/I/2026/SPKT/Polda Jawa Timur, tertanggal 6 Januari 2026.
Kuasa hukum Wellem Mintaraja, menuturkan laporan dugaan pemalsuan dokumen tanah, dibuat karena adanya kejanggalan pada perubahan nama di surat tanah objek rumah Elina, yang kini sudah rata dengan tanah.
"Akte jual beli yang menjadi dasar pencoretan dibuat tahun 2025, padahal berdasarkan surat kuasa jual tahun 2014. Bu Elisa sudah meninggal tahun 2017, tidak mungkin bisa melakukan jual beli," tuturnya, Rabu (7/1).
Elisa Irawati merupakan kakak kandung Nenek Elina. Wellen menegaskan bahwa kliennya tidak pernah menjual tanah rumahnya kepada siapapun. Namun tiba-tiba, terbit surat pencoretan Letter C dengan nama orang lain.
Dalam laporan dugaan pemalsuan dokumen tanah ini, Wellem menyebut ada lima orang yang dilaporkan, termasuk Samuel Adi Kristanto (SAK), yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pengusiran paksa Nenek Elina.
Terkait kasus pengusiran paksa Nenek Elina yang viral, Dirreskrimum Polda Jawa Timur telah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini, yakni Samuel Ardi Kristanto (SAK), M. Yasin (MY), SY alias Klowor, dan WE.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Hapoel Beer Sheva vs Sabah FK di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Malaga: Los Rojiblancos Menang Tipis?
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Skor Celtic vs LASK Linz di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Potensi The Hoops Menang!
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
