
Jelang Imlek dan Ramadhan 2026, Harga Beras hingga Daging di Surabaya Relatif Stabil. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek dan awal bulan Ramadhan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan ketersediaan stok pangan di daerah tersebut dalam kondisi aman dan terkendali.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya, Antiek Sugiharti mengatakan bahwa Indeks Ketahanan Pangan (IKP) Kota Surabaya 2025 masih berada di angka 73,28, artinya baik dan relatif stabil.
"Menjelang Imlek dan Bulan Ramadhan tahun ini, stok pangan di Kota Surabaya dalam kondisi aman. Kami juga terus melakukan pengawasan agar ketersediaan dan distribusi tetap lancar,” tuturnya, Kamis (29/1).
Dilansir dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Pokok (Siskaperbapo), harga sejumlah komoditas utama di pasar-pasar Surabaya per 27 Januari 2026 terpantau stabil tanpa mengalami kenaikan signifikan.
Harga beras premium tercatat Rp 15.416 per kilogram, sementara beras medium berada di kisaran Rp 12.666 per kilogram. Adapun harga gula kristal putih juga relatif stabil di angka Rp 16.833 per kilogram.
Untuk komoditas minyak goreng, minyak goreng curah berada di harga Rp 19.833 per kilogram, minyak goreng kemasan premium Rp 18.166 per liter, dan Minyakita berada di harga Rp 16.183 per liter.
Harga daging sapi paha belakang terpantau stabil di angka Rp 115.000 per kilogram. Sementara harga daging ayam ras justru mengalami penurunan tipis menjadi Rp 36.250 per kilogram.
"Kami memahami bahwa harga bapok kerap melonjak seiring dengan permintaan masyarakat pada momentum hari raya keagamaan. Karena itu, stabilitas harga tidak lepas dari langkah antisipatif pemerintahnya," imbuh Atiek.
Jika terjadi indikasi kenaikan harga atau berkurangnya pasokan, Pemkot Surabaya siap berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) maupun operasi pasar.
“Ketika permintaan meningkat atau pasokan rawan berkurang, kami akan segera berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk menyediakan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau bagi masyarakat,” terangnya.
Untuk menjaga kelancaran distribusi, DKPP Surabaya berkoordinasi intensif dengan pengelola pasar tradisional, distributor, dan perangkat daerah guna mendeteksi lebih awal potensi gangguan pasokan pangan.
“Kami mengajak masyarakat untuk berbelanja secara bijak, membeli sesuai kebutuhan, serta tidak melakukan panic buying. Pemerintah memastikan stok pangan tersedia sehingga kebutuhan warga tetap terpenuhi,” tukas Atiek.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
