
Jajaran Satreskrim Polres Gresik berhasil mengamankan 3 tersangka buntut aksi kekerasan di wilayah Kecamatan Dukun dan Panceng. (Ludry/JawaPos)
JawaPos.com - Jajaran Satreskrim Polres Gresik berhasil menangkap tiga orang tersangka yang terlibat dalam aksi kekerasan di Kecamatan Dukun dan Panceng. Tindakan ini merupakan hasil dari penyelidikan terkait kegiatan gengster yang melakukan sweeping pada Minggu (4/1) dini hari. Namun, masih terdapat lima tersangka lainnya yang saat ini berstatus sebagai daftar pencarian orang (DPO).
Kapolres Gresik mengungkapkan bahwa insiden kekerasan yang menimpa empat orang korban melibatkan delapan orang tersangka. Hingga kemarin (9/1), pihak kepolisian telah mengamankan tiga tersangka, yaitu Yusrisfan Faharizi yang akrab disapa Somad, 26 tahun, asal Kebomas, serta dua warga Sidayu, Sahal Mahfudh, 18 tahun, dan Kowiyun Aziz, 21 tahun. "Mereka adalah kelompok gangster lokal yang melakukan konvoi dan mencari sasaran dari kelompok perguruan silat yang berbeda," jelasnya.
Aksi sweeping ini dipimpin oleh Somad, yang merupakan ketua gengster sekaligus otak dari kegiatan tersebut. Dia berhasil ditangkap di wilayah Kabupaten Mojokerto setelah memberikan perlawanan kepada petugas. "Dia berperan sebagai provokator. Saat korban mengalami penganiayaan, tersangka justru merampas handphone milik mereka," tambahnya.
Dua tersangka lainnya juga terlibat dalam penganiayaan terhadap korban. Rovan, salah satu petugas, menyatakan bahwa pihaknya masih memburu lima pelaku yang masih bebas. Mereka diduga menggunakan senjata tajam dalam melakukan tindakan kekerasan tersebut. "Kami masih mengejar mereka. Bagi siapa saja yang membantu pelarian DPO, kami tidak segan untuk memproses secara hukum," tegasnya.
Kapolres juga memberikan sanksi wajib lapor kepada lima anak di bawah umur yang hanya terlibat dalam aksi konvoi tanpa berpartisipasi dalam penganiayaan. "Ini menjadi perhatian bagi orang tua untuk membatasi aktivitas anak-anak mereka pada malam hari," imbuhnya.
Somad, salah satu tersangka yang ditangkap, mengaku menyesali perbuatannya. Ia bahkan berdalih bahwa aksi merampas handphone tersebut terjadi secara tidak sengaja saat para korban sedang tidak berdaya. "Itu hanya refleks saja, karena ada kesempatan," ungkapnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
