Groundbreaking pembangunan ulang Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, usai tragedi bangunan ambruk yang menewaskan 63 santri. (Istimewa)
JawaPos.com-Pemerintah menggelontorkan dana yang tidak sedikit untuk pembangunan ulang Pondok Pesantren Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, yakni Rp 125.314.778.000.
Dana tersebut sepenuhnya diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) 2025 - 2026. Hal ini dibenarkan oleh Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
"Iya (menggunakan) APBN semua. Ada di situ tadi Rp 125 Miliar," tutur Cak Imin setelah menghadiri acara groundbreaking, yang menjadi penanda dimulainya rekonstruksi Ponpes Al Khoziny, Kamis (11/12) kemarin.
Gedung baru Pondok Pesantren Al Khoziny akan dibangun di atas lahan seluas 4.100 meter persegi di Jalan Siwalan Panji II Buduran, Sidoarjo. Berjarak sekitar 1,4 kilometer dari bangunan lama yang rubuh.
Rencananya bangunan baru Pondok pesantren Al Khoziny in terdiri dari gedung 5 lantai asrama dan tempat pendidikan, dengan tenggat pelaksanaan proyek selama 210 hari kalender atau 7 bulan.
Lebih lanjut, Cak Imin mengatakan bahwa pemerintah bergerak cepat dalam menangani tragedi bangunan Ponpes Al Khoziny ambruk, dengan membentuk satgas lintas kementerian, termasuk Kemenko PM.
"Dalam satuan tugas rekonstruksi (bangunan Ponpes Al Khoziny), ada Kementerian Agama, ATR/BPN, pemerintah daerah, hingga Bupati, memulai groundbreaking Pesantren Al-Khoziny,” tutur Cak Imin.
Ia menilai rekonstruksi ini bukan sekadar perbaikan fisik, melainkan momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keamanan sarana pendidikan pesantren, agar tragedi serupa tidak terulang.
“Kita ingin menjadikan momentum ini untuk perbaikan terencana. Tidak boleh ada lagi rasa tidak aman, tidak boleh ada kelalaian. Perlindungan kepada siswa dan santri harus diperkuat,” pungkasnya.
Sebagai informasi, bangunan empat lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny tiba-tiba ambruk pada Senin (29/10) sekitar pukul 15.35 WIB, saat para santri sedang menunaikan Salat Asar berjamaah.
Akibatnya, sebanyak 167 santri menjadi korban dalam tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny. Dari ratusan korban tersebut, 104 korban selamat dan 63 korban meninggal dunia.
Baca Juga: Pondok Pesantren Al Khoziny Resmi Diperbaiki, Cak Imin Tegaskan Proses Hukum Tetap Berlanjut
Karena pertimbangan akses yang terbatas, pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny tidak dilakukan di lokasi lama (bangunan ambruk), Jalan Jalan Khr Abbas, melainkan di Jalan Siwalanpanji II yang lebih strategis. (*)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
