
Groundbreaking pembangunan ulang Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, usai tragedi bangunan ambruk yang menewaskan 63 santri. (Istimewa)
JawaPos.com - Hari ini, Kamis (11/12), pembangunan ulang Pondok Pesantren Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, resmi dimulai, pasca tragedi bangunan ambruk pada akhir Oktober 2025.
Meski begitu, proses hukum kasus ini berjalan lambat. Polda Jawa Timur belum juga menetapkan tersangka dalam kasus ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny yang menewaskan puluhan santri.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin menegaskan bahwa proses hukum harus tetap berjalan di kepolisian.
“Katanya (penyidikan kasus bangunan ambruk Ponpes Al Khoziny) jalan terus,” tutur Cak Imin setelah menghadiri acara groundbreaking yang menandai awal dimulainya pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny, Kamis (11/12).
Ia mengatakan bahwa pemerintah pusat, daerah, serta berbagai kementerian yang tergabung dalam satuan tugas rekonstruksi pesantren disebutnya tetap menghormati langkah penyidikan yang dilakukan penegak hukum.
"Groundbreaking ini bukan sekadar seremonial, mari kita jadikan sebagai momentum muhasabah, sekaligus ajakan untuk bahu membahu dan gotong royong memperbaiki pesantren," imbuhnya.
Terkait anggaran, Cak Imin mengatakan pembangunan ulang Pondok Pesantren Al Khoziny menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 125.314.778.000 (Rp 125 miliar).
"(Pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny dilakukan) di lahan seluas 3.700 meter persegi, (untuk nilai anggarannya) ada di situ tadi Rp 125 miliar. Tentu bertahap ya, anggaran pemerintah terbatas," pungkas Cak Imin.
Sebagai informasi, bangunan empat lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny tiba-tiba ambruk pada Senin (29/10) sekitar pukul 15.35 WIB, saat para santri sedang menunaikan Salat Asar berjamaah.
Akibatnya, sebanyak 167 santri menjadi korban dalam tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny. Dari ratusan korban tersebut, 104 korban selamat dan 63 korban meninggal dunia.
Karena pertimbangan akses yang terbatas, pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny tidak dilakukan di lokasi lama (bangunan ambruk), Jalan Jalan Khr Abbas, melainkan di Jalan Siwalanpanji II yang lebih strategis. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
