
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak meninjau lokasi yang akan dibangun Kampung Haji Indonesia di Kota Makkah (20/10). (Humas Kemenhaj)
JawaPos.com - Pemerintah Republik Indonesia mencatatkan tonggak sejarah baru dalam diplomasi internasional dengan resmi memiliki aset properti di Makkah, Arab Saudi, yang akan dikembangkan sebagai Kampung Haji Indonesia. Aset tersebut berupa hotel dan lahan strategis yang jaraknya sekitar 500 meter dari Masjidil Haram.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan, pembangunan kampung haji itu dilakukan setelah memenangkan proses lelang kepemilikan hotel dan lahan di Makkah, yang akan dijadikan pusat layanan jamaah haji Indonesia.
“Ini berkat diplomasi yang luar biasa dari Bapak Presiden sehingga untuk pertama kalinya pemerintah Arab Saudi mengubah aturan sebuah negara untuk bisa memiliki aset di Arab Saudi,” kata Prasetyo di Hambalang, Bogor, Selasa (6/1).
Menurutnya, pengesahan undang-undang di Arab Saudi yang memperbolehkan kepemilikan asing atas tanah dan properti menjadi momentum penting bagi Indonesia, khususnya dalam peningkatan pelayanan haji dan umrah.
“Saya kira itu menjadi salah satu kado bagi bangsa Indonesia dan bagi umat Islam khususnya,” tegas Prasetyo.
Sebelumnya, CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia telah membeli sebuah hotel beserta lahan seluas sekitar lima hektare di Makkah untuk dikembangkan sebagai Kampung Haji Indonesia.
Hotel yang dibeli adalah Novotel Thakher Makkah, yang memiliki kapasitas 1.461 kamar dengan tiga menara dan mampu menampung sekitar 4.383 calon jamaah haji Indonesia. Pemerintah juga merencanakan pengembangan lanjutan berupa pembangunan 13 menara tambahan.
Dengan pembangunan tersebut, total kamar di kawasan Kampung Haji Indonesia diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 6.025 kamar. Fasilitas ini diharapkan mampu menampung lebih banyak jemaah dengan sistem layanan yang terintegrasi dan efisien.
Lokasi Kampung Haji Indonesia ini jauh lebih strategis dibandingkan akomodasi jamaah haji Indonesia selama ini yang umumnya berjarak 4,5 hingga 6 kilometer dari Masjidil Haram.
Nilai pembelian hotel dan lahan tersebut mencapai sekitar USD 500 juta. Sementara itu, rencana pengembangan lanjutan berupa pembangunan 13 menara tambahan dan pusat perbelanjaan diperkirakan membutuhkan investasi sebesar USD 700 hingga 800 juta.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
