
TERBAWA ANGIN: Atap rumah warga terbongkar karena disapu angin puting beliung. (BPBD Gresik)
JawaPos.com - BPBD Gresik mengeluarkan peringatan dini pasca musibah angin puting beliung yang menerjang kawasan Driyorejo pada Jumat lalu (5/12). Dalam sepekan ke depan, diprediksi terjadi hujan lebat disertai petir pada sore hari. Kondisi tersebut juga berpotensi memicu banjir luapan sungai Kali Lamong.
Kepala BPBD Gresik Sukardi menjelaskan, periode Desember-Januari merupakan puncak musim hujan. Puncak itu dipengaruhi periode monsun Asia pada akhir tahun. Yaitu, kondisi angin dari arah Asia yang kaya uap air bertiup menuju Australia yang lebih kering.
"Akibatnya, suplai uap air ke Indonesia meningkat sangat tinggi. Itu sebabnya Desember menjadi bulan paling basah dalam setahun," bebernya pada Minggu (7/12).
Kondisi tersebut memicu peningkatan curah hujan di seluruh Jawa Timur, termasuk wilayah Kota Pudak. Diprediksi, dalam sepekan terakhir akan terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. "Bahkan hujan petir pada sore menjelang malam hari," kata Sukardi.
Pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap waspada dengan perubahan cuaca. Khususnya yang bermukim di sepanjang aliran sungai Kali Lamong. "Mengingat wilayah kabupaten tetangga juga menunjukkan prediksi cuaca yang serupa," bebernya.
Sebelumnya, bencana angin puting beliung melanda wilayah Driyorejo. Akibatnya, 80 rumah di Desa Karangandong rusak. Demikian halnya 35 rumah di Desa Banjaran. "Mayoritas pada bagian atap, saat ini sudah dilakukan perbaikan," ujar Kapolsek Driyorejo Kompol Musihram.
Rencananya, rumah yang mengalami kerusakan berat akan mendapat bantuan perbaikan dari Dinas CKPKP. Sekaligus perbaikan pada fasilitas umum akibat tertimpa pohon tumbang dampak terjangan angin. "Alhamdulillah tidak ditemukan adanya korban jiwa. Kami juga telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak," pungkasnya. (yog)
