Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 April 2026 | 20.30 WIB

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Mulai 25-27 April, BNPB Imbau Seluruh Masyarakat Indonesia Lakukan Rencana Kesiapsiagaan

Salah satu dampak cuaca ekstrem di Sidoarjo sepekan belakangan. (BPBD Sidoarjo) - Image

Salah satu dampak cuaca ekstrem di Sidoarjo sepekan belakangan. (BPBD Sidoarjo)

JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan imbauan kesiapsiagaan untuk seluruh masyarakat Indonesia. Imbauan itu dikeluarkan menyusul peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi dengan intensitas sedang sampai lebat di sebagian besar wilayah Indonesia pada Sabtu (25/4) sampai Senin (27/4).

”Menyikapi potensi bahaya hidrometeorologi, seperti angin kencang, banjir dan tanah longsor, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap waspada,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resmi pada Sabtu (25/4).

BNPB, lanjut Abdul Muhari mengimbau setiap keluarga untuk melakukan rencana kesiapsiagaan keluarga dan manfaatkan satu hari, yakni pada 26 April besok, untuk melakukan latihan kebencanaan bersama anggota keluarga. Dia pun menjelaskan beberapa langkah maupun latihan dapat dilakukan.

”Misalnya pemangkasan ranting-ranting pohon sekitar rumah yang berpotensi roboh, gotong-royong warga untuk membersihkan saluran air, latihan evakuasi mandiri hingga penyiapan tas siaga bencana apabila harus mengungsi sementara waktu,” ajaknya.

Hari ini, BNPB telah mendapat laporan peristiwa bencana hidrometeorologi basah yang terjadi di wilayah Tapanuli Utara dan Takalar. Laporan itu menyebutkan, banjir melanda 3 desa di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara (Sumut) pada Rabu (22/4), telah surut. Situasi dan kondisi saat ini sudah berangsur normal.

”Sebelumnya, peristiwa yang terjadi setelah hujan deras dan memicu banjir bandang ini melanda Desa Simangumban Julu, Aek Nabara dan Dolok Sanggul, di Kecamatan Simangumban,” kata dia.

Menurut Abdul Muhari, petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dinas terkait, dan warga setempat sudah melakukan pembersihan lumpur. Selain itu, alat berat juga dikerahkan untuk membuka akses jalan nasional Tarutung-Sipirok yang sempat tertutup material longsor.

”Atas peristiwa tersebut, sebanyak 200 kepala keluarga rumahnya terdampak. Dari jumlah rumah terdampak, sedikitnya 18 rumah mengalami rusak berat, empat rumah dan satu jembatan hanyut,” ungkapnya.

Di wilayah Kelurahan Sabintang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Provinsi Sulawesi Selatan, situasi terkini pasca-angin kencang dipastikan sudah kondusif. Merujuk laporan BPBD setempat pada Jumat (24/4), tercatat 11 rumah warga rusak ringan dan 2 lainnya rusak sedang. Tidak ada laporan korban jiwa pasca bencana.

”Warga yang rumahnya terdampak telah melakukan pembersihan dan perbaikan darurat,” ucap dia.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore