
Ilustrasi waspada investasi bodong
JawaPos.com-Unit Tipidter Satreskrim Polres Gresik terus mendalami kasus investasi bodong yang dilakukan RPW. Jumlah korban dari ulah perempuan 30 tahun itu diduga mencapai ratusan. Hal tersebut diperkuat dengan hasil audit rekening tersangka dengan jumlah kerugian mencapai Rp 3 miliar.
Kasatreskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya menegaskan tengah menjadwalkan pemeriksaan RPW dalam waktu dekat. Meski demikian, pihaknya telah memeriksa 15 saksi tambahan. Mayoritas mereka merupakan investor yang telah menaruh modal dengan nominal bervariasi.
"Mulai dari Rp 10 juta - Rp 150 juta. Dari hasil audit rekening, jumlah uang yang diterima tersangka mencapai Rp 3 miliar," terang Arya.
Untuk menyamarkan modus, RPW kerap membagi dana yang masuk ke rekening berbeda. Masing-masing untuk kebutuhan produksi, promosi, hingga keperluan pribadi.
"Mayoritas dana justru digunakan untuk membeli kebutuhan pribadi," papar Alumnus Akpol 2015 itu.
Alhasil, uang dari investor tidak sepenuhnya digunakan untuk pengembangan usaha. Hal tersebut terbukti dari bukti sewa ruko yang hanya berdurasi 6 bulan. Demikian halnya dana promosi yang digunakan untuk menarik investor lain.
"Sehingga, keuntungan yang sempat diberikan bersumber dari investor lainnya," tutur Arya.
Meski demikian, para investor yang telah memberikan keterangan hanya berkedudukan sebagai saksi. Lantaran mayoritas dari mereka enggan melaporkan secara resmi atas kerugian yang dialami.
"Tetap meminta uang kembali sesuai kesepakatan. Kami tidak memiliki wewenang, itu merupakan ranah hukum perdata," papar Arya.
Sebelumnya, RPW mengaku pasrah dengan statusnya sebagai tersangka. Meski demikian, dia tidak bisa menjelaskan secara detail kasus hukum yang menjeratnya.
"Semakin saya membela diri maka semakin dianggap tidak benar," ujar RPW.
RPW menegaskan, para investornya menuntut pengembalian uang. Padahal, kondisi bisnis kuliner yang digelutinya sedang kolaps. Hingga membuat komitmennya bersama investor tidak berjalan sesuai harapan.
"Yang pasti bisnis kuliner benar-benar nyata dan ada wujudnya. Baik dari tempat atau makanan yang diperjualbelikan," tutur RPW.
Bahkan RPW mengaku tidak pernah menawarkan investasi secara langsung atau personal kepada investor. Melainkan mempromosikan melalui posting-an di media sosial.
"Sehingga mereka berinisiatif sendiri untuk berinvestasi. Meskipun demikian saya mengikuti proses hukum yang bergulir," ungkap RPW pasrah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022