
Lakukan Olah TKP, Polda Jatim Amankan Barang Bukti dari Lokasi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. (Istimewa)
JawaPos.com - Tim penyidik gabungan Polda Jawa Timur, telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Kamis (9/10) kemarin.
Setelah kurang lebih dua jam melakukan olah TKP, tim penyidik yang terdiri dari Ditreskrimum, Ditreskrimsus, dan INAFIS meninggalkan lokasi dengan membawa sejumlah alat bukti untuk mengungkap kasus tersebut.
Dari informasi yang dihimpun JawaPos.com, lokasi ambruknya bangunan empat lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny, yang semula banyak lalu lalang personel SAR melakukan evakuasi, kini tampak sepi.
Pagar asrama putra Pondok Pesantren Al Khoziny dipasangi oleh garis polisi. Terpal besar berwarna biru tua juga menutup area reruntuhan bangunan Musala yang kini sudah rata dengan tanah.
Dari olah TKP, tim penyidik diduga membawa sejumlah barang bukti seperti potongan besi, beton, dan kayu. Namun ketika ditanya secara pasti barang bukti yang diambil, polisi enggan membeberkannya.
“Nanti saat proses penyidikan, kita update (hasil penyidikan, termasuk barang bukti yang diamankan) secara bertahap," tutur Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abraham Abast di Surabaya, Jumat (10/10).
Yang jelas saat ini, lanjut Jules, Polda Jawa Timur resmi menaikkan status hukum kasus ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan.
"Terkait proses penegakan hukum, kemarin (9/10), saya sampaikan bahwa pada hari sebelumnya, Polda Jatim telah melakukan gelar perkara. Maka proses penegakan hukum ditingkatkan menjadi penyidikan," imbuhnya.
Sebelumnya dalam tahap penyelidikan, Kombes Jules mengatakan bahwa Polda Jatim telah memanggil sebanyak 17 saksi terkait peristiwa bangunan rubuh, yang menghilangkan lebih dari 50 nyawa.
"Tentu rekan-rekan sudah mengetahui dengan ditingkatkannya status menjadi penyidikan, utamanya kami adalah mengumpulkan bukti-bukti yang relevan guna menemukan tersangkanya," pungkas Jules.
Kronologi Singkat
Bangunan empat lantai yang difungsikan sebagai musala di area Pondok Pesantren Al Khoziny, tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB.
Insiden tragis ini terjadi saat para santri sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua. Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan. Polisi menyebut dugaan awal karena kegagalan konstruksi.
Setelah 9 hari berjibaku mengevakuasi korban yang tertimbun reruntuhan, kegiatan operasi SAR resmi ditutup pada Selasa (7/10) pukul 10.00 WIB.
Data terakhir, korban dalam tragedi ini mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban dinyatakan selamat. Sementara korban meninggal hingga kini belum diketahui pasti.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Prediksi Skor Viktoria Plzen vs Union SG di Liga Europa: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Susunan Pemain Manchester City vs Norwich: Maresca Rotasi Skuad
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin
Prediksi Skor Real Sociedad vs Bournemouth di Liga Europa: Txuri-urdin Bakal Kesulitan Redam Lawan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022