
Evakuasi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Masuki Hari Krusial, 59 Santri Diduga Masih Hilang. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Proses evakuasi korban yang terjebak dalam reruntuhan bangunan empat lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, yang ambruk sudah memasuki hari krusial, Kamis (2/10).
Pada hari keempat ini, Tim SAR gabungan menerjunkan dua crane untuk mengangkat puing-puing bangunan, meskipun diduga masih banyak santri yang terjebak dan belum diselamatkan.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto mengatakan pihaknya belum mengetahui jumlah pasti. Namun diduga ada 59 orang yang masih belum ditemukan.
“Sekali lagi, apakah 59 (orang korban) atau tidak, kami belum tahu. Tetapi kami berharap mudah-mudahan tidak sebanyak itu (korban yang masih tertimbun reruntuhan),” ujar Letjen TNI Suharyanto di posko darurat pada Kamis (2/10).
Pasalnya, sempat ada keluarga yang melapor anaknya hilang. Namun, setelah mendatangi lokasi, ternyata anak tersebut ditemukan dalam kondisi selamat dan tidak tercatat sebagai korban reruntuhan bangunan.
Lebih lanjut, Suharyanto mengatakan penggunaan alat berat berupa crane dilakukan atas permintaan mayoritas keluarga korban. Mereka ingin korban segera ditemukan, mengingat sudah 72 jam sejak kejadian.
Meski sudah mengerahkan dua crane di lokasi, Suharyanto belum bisa memastikan sampai kapan proses evakuasi dilakukan. Yang jelas, crane kecil mulai memindahkan puing-puing beton sejak pukul 11.30 WIB.
“Sampai kapan? Sampai bersih, sampai semua korban itu ditemukan dan kita sudah punya datanya. Tetapi jangan sampai ngawur (evakuasinya), kita tidak menggunakan bulldozer," tambahnya.
Material bangunan yang berhasil diangkat akan langsung dimasukkan ke dalam 30 dump truck yang sudah disiapkan. Jika dibalik reruntuhan ditemukan jenazah, akan dimasukkan ke kantong jenazah untuk dibawa ke rumah sakit.
“Kami siapkan antisipasi 300 kantong jenazah dan ambulans 30 unit. Kalau satu orang perlu dua kantong, kita siapkan. Bahkan mohon maaf, untuk memperkecil aroma (anyir), sebelum masuk, tim sudah kita semprot agar tidak mengganggu," pungkasnya.
Kronologi Singkat
Insiden tragis ini terjadi pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Bangunan empat lantai tersebut ambruk saat para santri Pondok Pesantren Al Khozini sedang melakukan Salat Asar rakaat kedua di lantai 1.
Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam puing-puing bangunan. Hingga Kamis pagi (2/10), dilaporkan sebanyak 108 orang menjadi korban tragedi ini. Dari jumlah tersebut, 5 dilaporkan meninggal dunia dan 103 korban selamat.
Sementara total korban yang berhasil dievakuasi SAR adalah 18 orang. Tim SAR gabungan hingga kini terus berupaya untuk menyelamatkan korban yang masih terjebak reruntuhan bangunan. (*)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
