Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Maret 2026 | 02.00 WIB

Gelar Takjil Pesantren, Kemenag dan Pemkot Depok Sepakat Terus Memperkuat Pembinaan Santri

Kemenag menggelar kegiatan Takjil Pesantren di Depok pada Senin (16/3). Dalam kesempatan itu Kemenag dan Pemkot Depok sepakat memperkuat pembinaan santri. (Kemenag) - Image

Kemenag menggelar kegiatan Takjil Pesantren di Depok pada Senin (16/3). Dalam kesempatan itu Kemenag dan Pemkot Depok sepakat memperkuat pembinaan santri. (Kemenag)

JawaPos.com - Usai menggelar kegiatan Talkshow dan Ngaji Bareng Santri (Takjil Pesantren) di Pondok Pesantren Al-Karimiyah, Depok pada Senin (16/3), Kementerian Agama (Kemenag) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok sepakat untuk terus memperkuat pembinaan santri.

Wali Kota Depok Supian Suri menegaskan bahwa Pemkot Depok berkomitmen kuat mendukung keberadaan dan perkembangan pesantren. Menurut dia, pesantren sudah berkontribusi besar membentuk akhlak generasi muda sekaligus menjaga nilai-nilai moral di tengah masyarakat.

”Pondok pesantren memiliki peran besar dalam menjaga, membina, dan membentuk akhlak para santri serta generasi muda. Kami di Pemerintah Kota Depok akan terus mendukung keberadaan pesantren dan lembaga pendidikan yang telah hadir bahkan sebelum Indonesia merdeka,” kata dia dalam keterangan resmi pada Selasa (17/3).

Supian menyatakan bahwa secara pribadi dirinya punya kedekatan emosional dengan pesantren. Sebab, sebelum mendapat amanah menjadi wali kota, dia pernah menjadi santri. Dia mengakui pengalaman tersebut menjadi bekal berharga dalam perjalanan hidup dan kepemimpinannya.

”Saya bangga pernah menjadi santri dan saya selalu menyampaikan kepada anak-anak bahwa tidak akan pernah menyesal menjadi santri,” ujarnya.

Dalam keterangan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno menyampaikan, pesantren merupakan produk asli pendidikan Indonesia. Untuk itu, sudah seharusnya pesantren terus mendapatkan perhatian dan dukungan dari negara.

”Pesantren adalah produk genuine pendidikan Indonesia. Jika pesantren tidak mendapat perhatian pemerintah, maka itu sama saja dengan melawan sejarah,” ucap dia.

Menurut Suyitno, pesantren memiliki karakter pendidikan berbeda bila dibandingkan dengan perguruan tinggi modern atau lembaga pendidikan lain. Sistem pendidikan berbasis asrama, lanjut dia, menjadikan pembinaan karakter dan spiritual santri berlangsung secara menyeluruh.

”Di pesantren, pembinaan tidak hanya pada aspek ilmu, tetapi juga pada pembentukan akhlak dan spiritualitas santri,” ujarnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore