
LEBIH SIMPEL: Anggota Satlantas Polrestabes Surabaya mengambil foto pelanggar lalu lintas di sekitar Satpas Colombo. (Satlantas Polrestabes Surabaya untuk Jawa Pos)
SURABAYA- Dishub Surabaya mencatat kemacetan di kawasan barat tak terhindarkan akibat lonjakan hunian baru. Kawasan HR Muhammad, Mayjen Sungkono, Yono Soewoyo, Raya Lakarsantri–Menganti, Raya Lontar, Raya Babat Jerawat, Margomulyo, hingga Tambak Osowilangon mengalami kenaikan signifikan volume kendaraan. Hunian baru memjadi salah satu penyebab. Termasuk adanya trend kendaraan listrik.
Solusi Jangka Panjang: Pelebaran dan Radial Road
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Surabaya adalah Beta Ramadhani mengatakan, titik Lontar, solusi utamanya adalah pembukaan radial road yang menghubungkan langsung kawasan barat dengan pusat kota. Jalan Raya Menganti juga menunggu pelebaran agar distribusi arus lebih lancar. Namun, realisasinya bergantung pada kesiapan anggaran dan proyek pemerintah pusat.
HR Muhammad & Mayjen Sungkono: Dorongan Pindah Moda
Meski infrastruktur di HR Muhammad dan Mayjen Sungkono sudah pernah diperbaiki, kemacetan masih muncul di jam sibuk. Dishub mendorong warga beralih ke bus kota dan angkutan wira-wiri yang sedang diperluas rutenya. “Kalau warga mau pindah ke angkutan umum, beban jalan akan jauh berkurang,” ujarnya.
Margomulyo: Macet karena Keluar Masuk Truk ke Gudang
Kepadatan di Margomulyo dipicu keluarnya angkutan barang dari pelabuhan dalam waktu bersamaan. Solusinya, putar balik di depan BCA ditutup dan digeser ke sisi selatan, dekat pintu keluar Tol Tandes. Langkah ini diusulkan kepolisian dan segera dieksekusi Dishub untuk mengurai antrian yang menjalar hingga tol.
Tambak Osowilangon: Jalan Nasional Belum Rata Lebarnya
Di ruas Tambak Osowilangon, kemacetan disebabkan lebar jalan yang belum merata. Beberapa titik sudah dilebarkan, namun sebagian masih menyempit. Dishub menunggu penyelesaian penuh pelebaran oleh pemerintah pusat agar kapasitas jalan seimbang dan arus kendaraan berat bisa lancar.
Yono Soewoyo: Simpang Perlu Penyesuaian
Untuk Jalan Yono Soewoyo, rencana jangka pendeknya adalah penyesuaian simpang dan putaran. Namun, pelaksanaan masih menunggu ketersediaan anggaran. Penyesuaian ini diharapkan memecah konsentrasi kendaraan yang menumpuk di satu titik.
Harapan: Angkutan Umum Jadi Jawaban
Beta menegaskan, peningkatan layanan angkutan umum tetap menjadi solusi paling efektif. Tahun ini Dishub menambah satu hingga dua rute baru bus kota untuk melayani kawasan barat. “Kami ingin warga nyaman menggunakan transportasi umum, supaya kendaraan pribadi di jalan berkurang,” pungkasnya.
Pengembang Siap Bekerjasama Atasi Kemacetan
Direktur Ciputra Group Hendra Lauw mengatakan, Ciputra sudah menyiapkan akses untuk tembusan Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB). Menurutnya, kalau JLLB sudah rampung akses tersebut sangat mengurai kemacetan. Termasuk di titik persimpangan Lakarsantri arah Driyorejo. Dimana, JLLB nantinya bisa menghubungkan ke tol Sumo.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
