
Bendera bajak laut One Piece dikibarkan bersama bendera merah putih menjelang HUT ke-80 RI. (Istimewa)
JawaPos.com-Akademi Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya M. Febriyanto Firman Wijaya menyoroti fenomena pengibaran bendera bajak laut Jolly Roger, dari serial anime One Piece, menjelang HUT ke-80 RI.
Febri menilai fenomena ini sebagai bentuk protes diam anak muda. Aksi pengibaran Jolly Roger One Piece hadir karena rasa kecewa dan hilangnya kepercayaan anak muda pada pemerintah.
"Dalam situasi seperti itu, mereka mencari simbol baru yang mewakili semangat kebebasan, pemberontakan. Nilai-nilai yang ironisnya justru mereka temukan dalam tokoh bajak laut fiktif seperti Luffy,” ujar Febri, Senin (4/8).
Pengibaran Jolly Roger One Piece sedang ramai diperbincangkan, hingga mendapat sorotan masyarakat internasional. Bendera berwarna hitam dengan gambar tengkorak dan topi jerami, berkibar di bawah bendera merah putih.
Banyak masyarakat yang memasangnya di mobil, truk, kapal, halaman rumah warga, hingga tiang bendera di ruang publik. Pro dan kontra pun mengiringi aksi pengibaran Jolly Roger milik Monkey D. Luffy cs.
Salah satunya dari Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Dia menyebut aksi pengibaran bendera bajak laut bukan insiden acak, melainkan gerakan sistematis yang berpotensi memecah belah bangsa.
“Ini bukan kebetulan. Ada upaya terkoordinasi untuk memecah belah persatuan bangsa,” ujar legislator Partai Gerindra kepada awak media di Jakarta baru-baru ini.
Namun menurut Febri, pemerintah seharusnya bukan sekadar melarang atau mengecam simbol asing, melainkan introspeksi mengapa ketertarikan generasi muda bisa menurun terhadap simbol nasional.
“Yang perlu diperbaiki bukan sekadar siapa mengibarkan apa, tetapi bagaimana kita memperkuat kembali rasa kepemilikan anak muda terhadap bangsanya (dalam hal ini bendera merah putih)," terang Febri.
Fenomena ini menunjukkan pentingnya dialog terbuka antara negara dan warganya, khususnya generasi muda. Hal itu agar simbol-simbol nasional tetap hidup dan bermakna, bukan sekadar menjadi rutinitas tahunan tanpa daya gugah.
"Jika bendera nasional merah putih, hanya jadi formalitas tanpa makna, maka anak muda akan memilih simbol yang lebih autentik secara emosional (dalam ini menurut mereka adalah Jolly Roger milik kru topi jerami)," tukas Febriyanto Firman Wijaya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
