Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 Juli 2025 | 20.56 WIB

Antisipasi Balap Liar, Polrestabes Surabaya Tambah Jam Patroli hingga 05.30 WIB

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan operasi jam malam diperpanjang untuk mencegah aksi balap liar yang membahayakan masyarakat. (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan operasi jam malam diperpanjang untuk mencegah aksi balap liar yang membahayakan masyarakat. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Meski dalam dua pekan terakhir, tren balap liar menurun, Polrestabes Surabaya terus menggencarkan patroli jam malam untuk menjaga ketertiban masyarakat, sesuai arahan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menyebut patroli difokuskan saat akhir pekan, mulai pukul 00.00 hingga 04.00 WIB. Namun, hasil evaluasi menunjukkan masih ada aksi balap liar setelah pukul 04.00 WIB.

"Sekarang kita tambah (operasi) dari 00.00 WIB sampai dengan pukul 05.30 WIB. Alhamdulillah 2 minggu ini sudah berkurang banyak. Malam minggu kemarin kita evaluasi sampai pagi, juga nihil," tutur Kombes Pol Luthfie, Selasa (22/7).

Polrestabes Surabaya akan terus melakukan patroli jam malam. Peran seluruh elemen masyarakat juga diperlukan untuk mencegah terjadinya aksi balap liar, yang bikin resah dan membahayakan pengguna jalan.

"Ini kita sekarang lagi gerakan bimas (pembinaan masyarakat) ke bengkel-bengkel. KIta mengimbau mereka supaya jangan menjadi tempat untuk bikin motor-motor berbalap liar," imbuhnya.

Kombes Pol Luthfie tak membeberkan titik-titik mana yang rawan aksi balap liar. Namun, ia akan mengerahkan petugas di seluruh tempat umum, terutama lampu lalu lintas, yang belakangan menjadi sirkuit balap liar di malam hari.

"Seluruh polisi kita libatkan, jalan-jalan utama (protokol) menjadi prioritas. Mereka itu kan mainnya itu dengan traffic light, dia menjadi tempat start toh. Terakhir itu terjadi di MERR (Jalan Ir. Soekarno)," terangnya.

Terkait bengkel-bengkel yang diduga terlibat pelaku balap liar, Polrestabes Surabaya belum menjatuhkan sanksi. Salah satu alasannya, para pemilik bengkel mencari nafkah dari jasa tersebut.

"Cuma tetap kita ingatkan karena ini secara moral. Aktivitas ini (balap liar) kan berbahaya kalau kecelakaan seperti apa? (balap liar) juga mengganggu masyarakat dan lingkungan sekitar," tukas Kombes Pol Luthfie. (*)

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore