
Perempuan korban teror selama 10 tahun melapor ke polisi.
JawaPos.com–Berawal dari uang Rp 5.000 lalu berakhir ke jeruji besi. Begitu cerita pemuda asal Surabaya.
Semua bermula dari cerita di X atau Twitter seorang perempuan yang mengaku resah selama 10 tahun diteror seorang pria. Pria bernama Adi. Adi mengirimkan pesan hingga foto-foto bernada pelecehan. Keduanya sama-sama dari Surabaya.
N memutuskan untuk mengadu ke Polrestabes Surabaya setelah viral. Laporannya tercatat di Unit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim, Surabaya, pada Jumat (17/5) malam.
N datang sendiri untuk melaporkan peristiwa yang dialaminya diteror puluhan tahun oleh pelaku, Adi. Adi adalah teman sekolah di salah satu SMP negeri di Surabaya.
”Pelaku ini adalah teman sekolah saya waktu masih SMP. Dia terobsesi kepada saya sejak masih sekolah,” kata N.
Dia menceritakan kali pertama dirinya diteror. Saat itu, dia memberikan uang Rp 5 ribu ke Adi kala sekolah dulu. Lebih kurang 10 tahun yang lalu. Dia melakukan itu karena merasa iba melihat pelaku tak punya uang jajan.
Hal itu sering dilakukannya kepada teman-teman yang lain di sekolah. Sayangnya, Adi menilai hal yang berbeda dan spesial. Adi mengira jika N menyukainya.
”Kebaikan saya disalahartikan dikira saya suka. Dan saya pernah menolak pelaku dan dia mencoba untuk mendekati saya pada 2014 - 2015, namun saya tolak dengan baik,” ucap N.
Sejak itu, Adi disebut membuat ratusan akun media sosial di Instagram dan akun X dulu masih Twitter. Setiap hari Adi mengirimkan pesan bernada godaan dan pelecehan ke N.
”Yang diteror cuma saya. Jadi dia bikin Twitter tapi following cuma saya. Dia itu kepingin cuma saya yang melihat,” ungkap N.
”Kadang sehari tiga kali Tweet. Kadang sebulan berapa. Kadang dalam seminggu selalu ada. Ada foto-foto kelamin,” ucap N.
Ternyata, Adi juga menyambangi N ke rumah pada dini hari hingga berdiri sampai pagi. Pelaku juga sempat melempar barang ke rumah korban.
”Terburuk pada 2018. Dia pernah melempar jam tangan mati, dan surat cinta. Saya bakar jam 06.00 WIB. Dia pernah jam 01.00 WIB di depan rumah, berdiri sampai jam 04.00 WIB,” ucap N.
Tak tinggal diam, keluarga N ternyata sempat memperingatkan Adi. Namun tak mempan. Pelaku terus melanjutkan perbuatannya.
Adi juga pernah mengancam bakal membunuh siapapun pria yang mendekati N. N pun mengaku tertekan secara psikis. Sementara itu, dalam waktu dekat, N bakal menikah.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
