
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memberikan pengarahan di Gedung Sawunggaling, Selasa (9/1/2024) soal pelaksanaan imunisasi polio bagi anak-anak di wilayah setempat. (ANTARA/HO-Diskominfo Surabaya)
JawaPos.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menempatkan imunisasi polio di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD, hingga Balai RW, sebagai strategi percepatan penanggulangan penyakit tersebut, dikutip dari ANTARA.
Imunisasi polio merupakan tindak lanjut Surat Edaran (SE) Menteri Kesehatan (Menkes) Nomor: IM.02.03/Menkes/1051/2023 Tentang Pelaksanaan SUB Pekan Imunisasi Nasional (SUB PIN) dalam Rangka Penanggulangan KLB Polio cVDPV2.
"Polio ini kalau terlambat akan lumpuh selamanya, tidak bisa disembuhkan. Karena itu saya minta kepada teman-teman jajaran perangkat daerah, lurah, hingga camat, kalau bisa sehari selesai," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melalui keterangan resmi yang diterima di Surabaya, Selasa.
Target sasaran imunisasi polio adalah anak dengan rentang usia usia 0-7 tahun dan pelaksanaan dimulai pada 15-21 Januari dan 19-25 Februari 2024.
Baca Juga: Ratusan Guru Madin Sampang Titip Aspirasi ke Gus Sadad Dukung Prabowo-Gibran
Untuk itu Pemkot Surabaya membentuk tiga tim yang masing-masing disebar ke setiap lokasi pelaksanaan imunisasi yakni PAUD dan SD. Sedangkan Balai RW diperuntukkan bagi anak yang belum sekolah.
"Nanti yang tidak sekolah dikumpulkan oleh camat-camat dan lurah untuk diarahkan ke Balai RW," ucapnya.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya, kata dia, sudah diminta untuk melakukan pendataan bagi anak-anak calon penerima imunisasi polio.
"Data dimasukkan aplikasi, itu ada alamatnya ketika sudah menyasar sekolah, nanti lurah dan camat tahu mana yang sudah diimunisasi dan yang belum dimasukkan," katanya.
Baca Juga: Flavio Silva sang Predator Ganas di Liga 1, Mengurai Kontribusi dan Dampaknya untuk Persik Kediri
Sementara itu Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristina menjelaskan jika seorang anak telat mendapatkan penangan polio maka bisa menyebabkan kelumpuhan permanen.
Penularan polio, kata dia, bisa melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feses dari anak terinfeksi virus tersebut. Virus tersebut kemudian menyerang sistem saraf sehingga menyebabkan kelumpuhan permanen pada otot anggota gerak tubuh.
Nanik merinci target imunisasi polio sebanyak 329.616 anak, dari jumlah tersebut akan dibagi ke dalam dua kelompok yakni kelompok sekolah dan non-sekolah.
"Non-sekolah yakni sasarannya 122.947 anak akan disediakan di pos-pos Balai RW. Sedangkan yang usia sekolah sampai dengan 5-7 tahun ada 206.669 akan disediakan di pos-pos sekolah,” ucapnya.
Dinkes Kota Surabaya masih belum mendapati adanya anak terpapar polio, sejak kali pertama kasus tersebut muncul di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
