
Ilustrasi police line
JawaPos.com – Kasus kematian yang menimpa AS menemui titik terang. Satreskrim Polres Gresik pun telah mengamankan dua pelaku yang tega menghabisi nyawa pria 30 tahun itu. Namun, motif tersangka belum diketahui. Hanya, diduga perbuatan mereka bertujuan untuk menguras harta benda korban.
Perburuan para tersangka pun cukup merepotkan tim penyidik. Mereka baru berhasil diamankan pada Sabtu (2/11) malam di wilayah Jawa Tengah.
”Ada dua orang tersangka,” ungkap Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan kemarin (3/12).
Sayangnya, alumnus Akpol 2015 itu belum bisa memberikan keterangan lebih. Pihaknya masih membutuhkan waktu untuk melakukan penyelidikan.
”Mengenai peran dan motif para pelaku, kami masih melakukan penyelidikan lanjutan,” ujarnya.
Yang pasti, tewasnya AS pada 28 November lalu erat kaitannya dengan perampokan dan pembunuhan. Sebab, harta benda korban ikut dibawa kabur oleh pelaku. Salah satunya motor Honda PCX warna hitam.
”Perkembangan lebih lanjut segera kami sampaikan,” jelas perwira dengan tiga balok di pundak itu.
Kematian AS masih menyimpan pertanyaan mendalam bagi warga Dusun Glundung, Desa Pranti, Kecamatan Menganti. Pria 30 tahun itu dikenal tertutup dengan lingkungan sekitar sejak menetap 10 bulan lalu di sebuah kavling perumahan yang masih sepi penduduk.
Jarak rumah korban dengan akses jalan utama lebih dari 4 kilometer. Bahkan, hanya ada enam rumah yang berpenghuni di sekitar tempat kejadian perkara.
”Di kavling ini memang masih sepi, banyak yang belum dibangun,” ujar Subakir, tetangga korban.
Dia lebih dulu menetap di kawasan tersebut. Rumahnya juga bersebelahan dengan AS. Karena itu, dia cukup mengetahui aktivitas sehari-hari korban. ”Jarang berkomunikasi. Pulang kerja selalu larut malam karena bekerja sebagai cleaning service di rumah sakit Surabaya,” ucap pria 62 tahun itu.
Korban kerap membawa seorang teman laki-laki ke rumah berukuran 6 x 10 meter persegi itu. Namun, dia tidak pernah mengetahui aktivitas yang dilakukan.
”Langsung menutup pagar. Saya tidak hafal betul karena kerap menggunakan helm model teropong,” paparnya.
Kali terakhir dia melihat sosok teman korban pada Minggu lalu. Dia terlihat pergi membawa motor Honda PCX warna hitam milik korban. Subakir pun terkejut saat keluarga korban mengetuk pintu rumahnya untuk meminta pertolongan pada dini hari lalu (28/11).

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
