
Samsul Arif dan SAH menunjukkan hasil pemeriksaan mata kanan yang buta setelah dicolok kakak kelasnya dengan tusuk bakso.
JawaPos.com – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik terus menelusuri kasus kekerasan terhadap pelajar SAH. Hingga kemarin (17/9), sudah ada lima saksi yang diperiksa atas kasus yang mengakibatkan bocah 8 tahun itu mengalami kebutaan.
Dalam pekan ini, Korps Bhayangkara tengah menyiapkan pemanggilan saksi lainnya. Rencananya, selama sepekan ke depan, polisi memeriksa beberapa saksi kunci.
Di antaranya, pihak penjaga sekolah, teman sebangku, termasuk dokter pertama yang memeriksa korban. Serta, guru yang bertanggung jawab dalam kegiatan Agustusan di sekolah dasar Kecamatan Menganti itu.
’’Besok (hari ini, Red) kami akan meminta keterangan dari pihak dokter yang kali pertama memeriksa kondisi korban,’’ jelas Kanit PPA Polres Gresik Ipda Hepi Muslih.
Pihaknya mengaku akan berhati-hati selama pemeriksaan berlangsung. Sebab, korban masih berusia di bawah umur. Hingga kini, tahap pengumpulan bukti dan keterangan (pulbaket) dari kasus tersebut masih dilakukan.
’’Namun, kami telah menemukan gambaran awal hasil dari prarekonstruksi di lokasi kejadian,’’ jelas perwira dengan satu balok di pundak itu.
Setidaknya, pemeriksaan terakhir ditujukan kepada kepala sekolah tempat SAH mengenyam pendidikan. Kepada petugas, kepala sekolah mengaku tidak mengetahui secara langsung peristiwa tersebut.
’’Sehingga tidak memberikan jawaban kepada orang tua korban,’’ terangnya.
Demikian halnya saat keluarga korban mencoba meminta izin untuk melihat rekaman CCTV. Saat itu kepala sekolah tidak mengiyakan permintaan keluarga korban.
Dengan dalih pihak sekolah tidak bisa memberikan rekaman CCTV kepada orang yang tidak berwenang. ’’Namun, saksi mengarahkan untuk berkoordinasi dengan Polsek Menganti,’’ ungkap Hepi.
Setelah proses mediasi dilakukan, usaha keluarga korban untuk mencari fakta pelaku menemui jalan buntu. Hingga akhirnya, ayah SAH membuat laporan ke Mapolres Gresik pada 28 Agustus lalu.
’’Kasus masih terus berjalan. Kami sudah mengamankan data rekaman CCTV dari sekolah. Proses analisis juga melibatkan tim Laboratorium Forensik Polda Jatim,’’ tutur Hepi. (yog/c12/diq)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
