Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 September 2023 | 17.26 WIB

Polres Gresik Tangani Kasus Siswi SD di Menganti yang Buta Setelah Mata Dicolok Kakak Kelas dengan Tusuk Bakso

Samsul Arif dan istrinya saat menceritakan kronologi butanya mata anaknya, SAH, setelah dicolok kakak kelas dengan tusukan bakso.


JawaPos.com
- Samsul Arif tak kuasa melihat kondisi SAH, putri sulungnya yang masih duduk di kelas 2 SD, Menganti, Gresik. Di usianya yang baru delapan tahun, dia diagnosis mengalami kebutaan akibat luka pada mata kanannya. Samsul pun terenyuh lantaran luka tersebut disebabkan oleh perbuatan kakak kelas SAH.

Peristiwa tersebut terjadi pada 7 Agustus lalu. Saat itu, di sekolah SAH sedang menggelar kegiatan lomba memeriahkan hari kemerdekaan. Seluruh siswa pun memadati halaman Sekolah Dasar yang berada di Kecamatan Menganti itu. "Lalu didatangi kakak kelasnya, memaksa meminta uang," ujar Samsul mengulang cerita dari SAH.

Karena menolak, tubuh SAH pun ditarik sebuah lorong yang berada di antara ruang guru dan pagar sekolah. Di lorong tersebut, korban kembali dimintai uang jajan secara paksa. "Karena tetap menolak. Wajah anak saya pun ditutup oleh tangan pelaku. Lalu menusukan tusuk bakso pada bagian wajah," tutur pria 36 tahun itu.

Aksi tersebut membuat mata kanan SAH tertusuk. Bahkan, sempat mengeluarkan darah. "Karena ketakutan, putri saya membasuhnya dengan air. Namun, luka tersebut membuat pengelihatannya terganggu," ujar Samsul.

Mengetahui kondisi tersebut, Samsul bergegas memeriksa kondisi putrinya ke rumah sakit terdekat. Namun, luka yang cukup parah membuat SAH harus menjalani perawatan ke RSUD dr Soetomo. "Ada kerusakan pada syaraf mata kanan putrinya. Bahkan, bisa terancam mengalami buta permanen," keluhnya.

Sebagai orang tua, dia pun meminta pertanggungjawaban dari pelaku. Sayangnya, upaya tersebut tidak kunjung membuahkan hasil. "Saya sempat meminta rekaman CCTV ke pihak sekolah. Untuk mengetahui kronologi pasti peristiwa yang menimpa anak saya," ungkapnya.

Pasalnya, anak pertamanya itu mengatakan tidak mengenali pelaku. Namun, masih mengingat wajahnya. "Saya mencoba meminta rekaman CCTV, namun tidak kunjung diberikan," bebernya.

Merasa dipermainkan, dia pun melaporkan kejadian tersebut ke Polres Gresik pada 28 Agustus 2023 lalu. Hingga kini (15/9) Satreskrim Polres Gresik telah meminta keterangan dari 4 orang saksi.

"Besok kami akan mendatangi sekolah untuk memeriksa lokasi kejadian, dalam rangka melakukan proses penyelidikan lebih lanjut," ungkap Kasatreskrim Polres Gresik AKP Aldhino Prima Wirdhan.

Pihaknya juga akan mengunjungi rumah korban. Sekaligus menggali keterangan tambahan untuk memperkuat bukti dan petunjuk yang telah dihimpun. "Sekaligus memberikan pendampingan secara psikologis," pungkasnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore