Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 2 Agustus 2023 | 02.02 WIB

PKL Kawasan Jalan Pasar Kembang Surabaya Kelimpungan Sehari Tidak Berjualan Dampak Aspal Meledak

PKL di kawasan Jalan Pasar kembang terpaksa tak bisa berdagang dampak aspal meledak pada Selasa (1/8). - Image

PKL di kawasan Jalan Pasar kembang terpaksa tak bisa berdagang dampak aspal meledak pada Selasa (1/8).

JawaPos.com—Sarinem tampak kelimpungan ketika rombongnya diminta dipindahkan. Warga Wonorejo IV Surabaya itu mengatakan, seharian tidak berdagang buntut aspal meledak di Surabaya.

”Saya berjualan spion kendaraan di atas titik aspal yang meledak persis di Jalan Diponegoro Pasar Kembang Surabaya ini,” ungkap Sarinem kepada JawaPos.com.

Sarinem dibantu petugas Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya memindahkan rombongnya masuk Gang Wonorejo IV Surabaya. Setiap hari, dia biasanya berjualan mulai pukul 08.00 hingga 19.00.

Per hari, dia mengaku mendapatkan minimal Rp 50 ribu dan jika ramai Rp 150 ribu. Ibu tiga anak itu berjualan sejak 1986.

”Anak pertama dan kedua driver motor online, suami saya juga. Anak terakhir masih SMP kelas dua,” ungkap Sarinem.

Sebelumnya, Jalan Pasar Kembang-Diponegoro Surabaya mendadak dipenuhi warga pada Selasa (1/8). Bukan karena ada pasar tumpah, tapi warga dikejutkan dengan kemunculan aspal meledak.

Aspal meledak itu dipastikan bukan karena gas alam atau bom. Direktur Operasional PDAM Surabaya Nanang Widyatmoko mengatakan, aspal yang mencuat itu meledak karena ada pengerjaan pipa PDAM Surabaya sejak beberapa hari lalu.

”Aspal terangkat akibat tekanan lumpur saat kami menarik pipa. Saat ini proses pembersihan dan segera dilanjutkan proses rekondisi agar jalan bisa segera normal kembali,” jelas Nanang.

Nanang menargetkan, malam ini perbaikan aspal meletus atau meledak sudah selesai. ”Targetnya nanti malam (1/8) sudah bisa normal kembali. Ini karena kebetulan ada bagian jalan yang tidak kuat menahan tekanan,” imbuh Nanang.

Terpisah, Direktur Utama PDAM Surya Sembada Surabaya Arief Wisnu menyampaikan, pekerjaan PDAM di Jalan Diponegoro untuk menggantikan pipa induk lama yang sudah korosif dan sering bocor. Titik lokasinya di Jalan Diponegoro-Arjuna. Pipa besi 600 mm diganti menjadi pipa HDPE 600 mm.

”Kami segerakan untuk antisipasi bocor di bawah Flyover Diponegoro. Kalau terjadi bocor di sana akan sulit penanganannya, kalau tidak segera ditangani khawatir bocoran air akan menggerus tanah di bawah flyover,” jelas Arief Wisnu.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore