
PADAT: Kendaraan terjebak kemacetan di Jalan Raya Lontar kemarin (5/6). Kemacetan disebabkan volume kendaraan tidak sebanding dengan kapasitas jalan.
JawaPos.com – Jalan Raya Lontar dan Lakarsantri–Menganti kerap macet. Salah satu penyebabnya adalah penambahan volume kendaraan tidak sebanding dengan pertumbuhan jalan.
Jalan Raya Lontar terpantau padat Senin (5/6). Terutama saat jam berangkat dan pulang kerja.
Pada tengah hari tidak terlalu macet. Kepadatan juga dipicu adanya dua polisi tidur yang melintang dan antrean kendaraan yang hendak masuk ke pusat perbelanjaan. Kendaraan yang melintas terpaksa mengurangi kecepatan.
Kepadatan itu juga terlihat pada aplikasi Google maps. Pada pukul 18.16, beberapa titik ruas Jalan Raya Lontar berwarna merah hingga merah gelap. Terutama dekat pertigaan traffic light.
Kanitlantas Polsek Lakarsantri Ipda Gatot Wijanarko mengatakan, kepadatan di Jalan Raya Lontar dipicu volume kendaraan yang naik di jam-jam tertentu. Ditambah lagi kontur jalan yang bergelombang.
”Buktinya, kemacetan tidak terjadi setiap waktu,” ujarnya Senin (6/5).
Untuk mengantisipasi kepadatan, polisi menyiagakan sejumlah personel saat jam macet. Petugas turun di persimpangan untuk mengurai kemacetan.
”Kadang juga ada pengendara nakal yang maunya nyerobot. Makanya perlu diatur,” papar Gatot.
Jalan Raya Lakarsantri–Menganti juga langganan macet. Pada pukul 18.00, aplikasi Google maps menunjukkan warna merah hingga merah gelap di pertigaan yang menghubungkan Driyorejo, Surabaya, dan Menganti. Bahkan, kemacetan dari arah Driyorejo menuju TL mencapai 1,5 km.
Dari data survei kinerja lalu lintas Dishub Kota Surabaya 2022, Jalan Raya Lakarsantri–Menganti memiliki kapasitas 2.442 kendaraan dan dilintasi oleh 1.548 kendaraan.
Volume capacity ratio (VCR) hanya 0,62 dari skala 0–1. Sedangkan Jalan Raya Lontar menjadi satu di antara lima jalan terpadat di Kota Surabaya. VCR-nya mencapai 0,92 dalam skala 0–1, yang artinya jalan itu sangat padat.
”Kapasitasnya 2.200 kendaraan, terisi 2.209 kendaraan,” ujar Widodo, subkoordinator manajemen dan rekayasa lalu lintas Dishub Surabaya. (fur/edi/c6/aph)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
