Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
JawaPos.com–Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan pesan kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya M. Ikhsan. Orang nomor satu di Surabaya itu meminta agar sekda mendata pelajar penerima bantuan yang sudah lulus sekolah untuk diikutkan program padat karya agar terlepas dari status gamis (keluarga miskin) dan pra gamis.
”Anak-anak yang sudah lulus itu nanti ditanya kerjanya apa, kalau belum dapat pekerjaan, tolong Pak Sekda tarik dia di padat karya Pemkot Surabaya. Kalau anaknya masih sekolah orang tuanya salah satu diikutkan padat karya,” pesan Wali Kota Surabaya Eri.
Cak Eri mengaku sedih, melihat masih ada warga yang berstatus gamis dan pra gamis. Apalagi, ada warga yang hanya bekerja serabutan dan mengharapkan bantuan dari pemerintah. Dia ingin, warga gamis dan pra gamis di Surabaya bisa mandiri sehingga ke depannya terlepas dari status kemiskinan.
”Saya nelongso. Dadi wali kota kok sik onok wargaku sing urip koyok ngene (saya nelangsa. Jadi wali kota kok masih ada wargaku yang hidupnya seperti ini). Besok 529 yang masuk data ini, orang tuanya ketemu saya langsung saya kasih kerjaan bapak atau ibunya, atau anaknya. Saya ingin akhir tahun 2023, keluar dari status kemiskinan semua,” ungkap Cak Eri.
Setelah diberi pekerjaan melalui program padat karya, Cak Eri ingin, pendapatan setiap kepala keluarga (KK) yang diberi bantuan bisa mendapat Rp 4 juta - Rp 5 juta per bulan.
Ketua Baznas Kota Surabaya Muhammad Hamzah mengucapkan banyak terima kasih kepada Wali Kota Eri Cahyadi atas bantuan tebus ijazah dan biaya sekolah yang diberikan kepada para pelajar. Hamzah berharap, bantuan yang diberikan bermanfaat bagi generasi penerus bangsa di Kota Surabaya.
”Semoga ke depannya para pelajar yang hari ini menerima bantu bisa memberikan kontribusi untuk bangsa dan Kota Surabaya. Terima kasih Pak Wali semoga bantuan ini bermanfaat untuk anak-anak Kota Surabaya sehingga hidupnya menjadi lebih baik,” ucap Muhammad Hamzah.
Secara simbolis Cak Eri memberikan bantuan tersebut kepada tiga pelajar, yakni Rian Hidayatullah dari SMA Ibnu Husain Surabaya, Yanuar Arwana dari SMA Giki 3 Surabaya, dan Muhammad Sahid Rizki dari Madrasah Aliyah (MA) Darussalam Surabaya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
