
Sejumlah siswa menerima bantuan tebus ijazah dan bayar tunggakan biaya sekolah dari Pemkot dan Baznas Surabaya.
JawaPos.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Surabaya kembali memberikan bantuan tebus ijazah dan bayar tunggakan biaya sekolah, Senin (5/6).
Penerima bantuan di kantor Baznas Surabaya kali ini, total ada 529 pelajar SMA/SMK swasta. Bantuan tersebut diberikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Ketua Baznas Kota Surabaya Muhammad Hamzah. Para pelajar penerima bantuan turut didampingi orang tua, guru, dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/SMK Swasta.
Eri mengatakan, penerima bantuan dari tebus ijazah dan biaya tunggakan kuliah itu khusus untuk keluarga miskin (gamis) dan pra keluarga miskin. Eri meminta warga tidak selalu mengharapkan bantuan dari pemerintah setiap tahun. Dia mengajak para orang tua yang hadir untuk ikut program padat karya binaan Pemkot Surabaya.
”Bu, Pak, kalau hari ini panjenengan (Anda) mendapatkan bantuan untuk menebus ijazah dan SPP, saya nyuwun tulung (minta tolong) tahun depan sudah tidak ada lagi di depan (terlihat) mata saya. Karena apa? Panjenengan harus sudah harus keluar dari (status) gamis dan pra gamis,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Salah satu penerima bantuan tebus ijazah, Rian Hidayatullah mengaku senang dan lega. Setelah ijazahnya ditebus, dia berharap bisa mendapatkan pekerjaan.
”Saya harap bisa bekerja dan membantu keluarga. Terutama untuk bapak dan ibu saya,” ujar Rian.
Senada dengan Rian, orang tua Yanuar Arwana, Wahyu Mauleni turut bersyukur menerima bantuan pembayaran SPP. Wahyu lega, tunggakan SPP selama 6 bulan senilai Rp 4 juta bisa terbayar setengah.
”Dapat bantuan Rp 1,3 juta, jadi yang dibayarkan 3 bulan. Sisanya, yang 3 bulan nanti saya mengangsur sendiri. Terima kasih Pak Wali sudah dibantu,” ucap Wahyu.
Wahyu juga menyambut baik tawaran pekerjaan dari Wali Kota Eri Cahyadi untuk ikut program padat karya. Dia berharap, dengan mengikuti program padat karya, suaminya tidak lagi bekerja serabutan dan bisa terlepas dari status gamis dan pra gamis.
”Saya benar-benar keluarga tidak punya. Pekerjaan saya hanya sebagai asisten rumah tangga (ART) dan suami saya buruh kebersihan di makam. Saya senang kalau diajak bekerja Pak Wali, toh nanti demi kebaikan keluarga dan anak saya,” ucap Wahyu.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
