
Ilustrasi buku nikah. Dok JawaPos
JawaPos.com – Fenomena pasangan yang menikah dini masih ditemukan di Kecamatan Semampir. Jumlahnya 23 pasangan. KUA Semampir menggalakkan program pusat layanan keluarga sakinah (pusaka sakinah) untuk menekan pernikahan dini.
Kepala KUA Semampir Moh. Ali mengatakan, dari Januari hingga November, tercatat sebanyak 1.150 pernikahan di Semampir. Perinciannya, 148 pernikahan dilaksanakan dengan izin orang tua. Sedangkan 23 pernikahan dihelat dengan dispensasi pengadilan agama (PA) karena usia pasangan belum mencukupi.
Ada beberapa penyebab pasangan menikah dini. Pertama karena tradisi. Di sejumlah wilayah, termasuk Semampir, orang menikah dini sudah menjadi kewajaran. Alasan kedua dipicu faktor ekonomi. Orang tua menikahkan anaknya yang masih muda agar segera terlepas dari beban ekonomi. ”Itu sering terjadi,” ucap Ali.
Untuk mencegah pernikahan dini, KUA Semampir menggalakkan program kegiatan pusat layanan keluarga sakinah (pusaka sakinah). Di Surabaya, ada tiga wilayah yang menjadi pilot project program tersebut. Salah satunya Kecamatan Semampir.
Pusaka sakinah berisi beberapa program. Di antaranya, program belajar rahasia nikah (berkah) serta bimbingan membangun relasi harmonis dan keuangan keluarga. Kegiatan itu digelar sebanyak enam kali pertemuan. ”Dimulai Maret lalu sampai sekarang,” jelas Ali.
Sasaran pusaka sakinah adalah pasangan suami istri yang usia pernikahannya di bawah 10 tahun. Total sebanyak 90 pasangan ikut program itu. ”Ada 15 pasangan di setiap KUA yang ikut pusaka sakinah,” tutur Ali.
Tujuan pusaka sakinah yang utama adalah mencegah perceraian. Sebab, emosi pasangan yang menikah muda belum stabil. Setiap pasangan diberi bekal agar mampu menjaga bahtera pernikahannya.
Selain berisi pembekalan, program itu mengedukasi orang tua tentang dampak pernikahan dini. Ali berharap wawasan tersebut berguna bagi orang tua untuk mendidik dan mengawasi anak-anaknya.
Sementara itu, dosen Psikologi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Riza Noviana Khoirunnisa menjelaskan, pasangan muda sering berselisih pendapat. Bahkan kerap bertengkar. Sebab, keduanya belum bisa menurunkan ego diri.
”Ini diperlukan rasa saling mengerti satu sama lain dan menurunkan ego diri,” ucapnya, Sabtu (10/12). Riza meminta pasangan muda tidak buru-buru menikah. Gunakan waktu untuk mengenali satu sama lain.
PENYEBAB PERNIKAHAN DINI
- Faktor perekonomian keluarga mengharuskan individu menikah dini.
- Faktor lingkungan masyarakat membuat fenomena pernikahan dini sudah biasa.
- Faktor pola asuh di keluarga berdampak pada keputusan anak.
- Faktor pengetahuan yang minim terkait dampak akibat pernikahan dini.
- Faktor kesehatan, karena anak telah hamil di luar nikah.
Sumber: Diolah dari berbagai sumber

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
