
Pameran Nostalgia Srimulat di Basemen Alun-Alun Surabaya. Istimewa
JawaPos.com–Wayang golek pemain Srimulat dihadirkan di Basemen Alun-Alun Surabaya sebagai bagian dari pameran Nostalgia Srimulat. Pameran itu digelar Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum dan Gedung Seni Balai Budaya Kota Surabaya Saidatul Ma’munah menyebut, pameran itu menjadi salah satu cara untuk mengobati kerinduan masyarakat terhadap grup lawak legendaris yang selalu menghibur warga Kota Pahlawan kala itu. Pameran Nostalgia Srimulat bisa dikunjungi masyarakat mulai pukul 09.00-21.00 WIB hingga 30 September.
Dalam pameran tersebut, Pemkot Surabaya bersama Srimulat menggandeng Museum Gubug Wayang Kota Mojokerto, dengan menghadirkan sejumlah wayang golek yang menampilkan wajah dari personel Srimulat.
Pameran itu menyuguhkan beberapa bagian pendukung pertunjukan dari grup lawak legendaris Srimulat. Di antaranya terdapat naskah drama, poster, majalah, kostum, aksesori, alat musik, komik, kumpulan kaset drama radio, hingga dokumentasi foto dan video pementasan.
Saida mengatakan, masyarakat merindukan berbagai pergelaran atau pertunjukan kesenian, khususnya pertunjukan drama komedi yang dibawakan grup lawak legendaris Srimulat.
”Kami mengajak Srimulat untuk mengisi pameran di Basemen Alun-Alun Surabaya, sekaligus untuk kembali meramaikan Balai Budaya. Karena sesuai dengan instruksi Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, di mana Balai Budaya harus menjadi pusat kesenian di Kota Surabaya,” kata Saida, Jumat (23/9).
Saida menjelaskan, Balai Pemuda menyediakan berbagai ruang sebagai wadah ekspresi bagi para seniman di Kota Surabaya. Dengan pameran Nostalgia Srimulat tersebut, Saidah mengaku banyak pengunjung yang berdatangan. Mereka berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, akademisi, serta masyarakat umum yang merindukan suasana pementasan Srimulat.
”Iya banyak sekali animo masyarakat yang hadir, terutama kunjungan dari pelajar dan mahasiswa. Karena itu, kami mengimbau kepada para pengunjung untuk tidak menyentuh berbagai properti pameran. Hal ini untuk sama-sama menjaga properti pameran agar tidak rusak,” ungkap Saidatul Ma’munah.
Sementara itu, Koordinator Srimulat, Eko Meiyono mengatakan, Pemkot Surabaya sangat mendukung pameran Nostalgia Srimulat. Hal itu mengobati kerinduan masyarakat di Kota Pahlawan saat menyaksikan berbagai pementasan dari grup lawak Srimulat.
Mengusung konsep berpacu dalam komedi dan melodi, Eko ingin mengingatkan masa kejayaan Srimulat di Kota Surabaya sejak 1961.
”Sangat mengapresiasi Pemkot Surabaya karena telah memberikan ruang kepada para seniman. Dengan pameran ini, semoga bisa menginspirasi dan mengedukasi anak-anak milenial tentang dunia kesenian dan budaya,” kata Eko.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
