Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 September 2022 | 19.52 WIB

Proyek Infrastruktur di Surabaya Baru Capai 49,5 Persen

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Penuntasan sejumlah proyek infrastruktur di Kota Surabaya harus segera dikebut. Sebab, sampai saat ini, terhitung baru 49,5 persen pembangunan fisik yang sudah rampung. Padahal, tahun anggaran 2022 tinggal tiga bulan.

Minimnya jumlah proyek fisik yang tuntas itu terungkap dalam rapat dengar pendapat di Komisi C DPRD Surabaya. Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Lilik Arijanto menyampaikan, angka 49,5 persen itu adalah hasil pekerjaan secara keseluruhan. Mulai pembangunan jalan dan jembatan hingga drainase dan saluran untuk penanggulangan banjir.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya Sukadar mengkritik progres pekerjaan fisik tersebut. Menurut dia, penuntasan proyek infrastruktur masih sangat minim. Seharusnya, kata dia, sampai September ini sudah 70 persen pembangunan yang tuntas. ”Progresnya masih kurang banyak,” tegas Sukadar.

Politikus PDIP itu pesimistis DSDABM Surabaya bisa menuntaskan proyek secara keseluruhan. Sebab, tahun anggaran 2022 tersisa tiga bulan lagi. Pekerjaan pun tidak akan berjalan efektif jika sudah masuk musim hujan. ”Khususnya pekerjaan fisik bidang drainase. Ini bisa terancam,” paparnya.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono juga menyoroti pekerjaan fisik. Khususnya proyek penanganan banjir. Progresnya masih kurang banyak. Padahal, fasilitas itu dibutuhkan untuk menghadapi musim hujan. ”Saya lihat banyak pekerjaan yang masih kurang. Harus dikebut lagi,” tegasnya.

Anggota komisi C lainnya, Endi Suhadi, menyampaikan bahwa pekerjaan proyek penanggulangan banjir hanya efektif sampai Oktober. Sebab, November–Desember diprediksi sudah memasuki musim hujan. Pemkot pun diminta untuk terus menggencarkan pekerjaan tersebut. ”Pekerjaan pada malam hari harus dimaksimalkan,” imbuhnya.

Kepala Dinas DSDABM Surabaya Lilik Arijanto mengakui pekerjaan fisik perlu digenjot lagi. Proyek penanggulangan banjir, misalnya, sudah mencapai progres 55 persen. Itu meliputi pekerjaan saluran yang terintegrasi di tengah kota.

Sejauh ini, pemasangan box culvert di sekitar Jalan Panglima Sudirman belum sepenuhnya tuntas. Misalnya, di Jalan Kenari dan Embong Kenongo. Termasuk pembuatan crossing di Jalan Kayon. Masih ada penanaman box culvert yang belum tuntas sehingga membahayakan pengguna jalan. Saluran itu harus terkoneksi satu sama lain. Harapannya, saat hujan deras, debit air tidak meluap. ”Kita optimistis bisa tuntas sampai akhir tahun ini,” jelas Lilik.

---

Capaian Pembangunan Fisik di Kota Surabaya


  • Pekerjaan fisik baru mencapai 49,5 persen

  • Meliputi jalan dan jembatan hingga drainase

  • Nilai anggaran Rp 700-an miliar

  • Total ada 70 pekerjaan saluran penanganan banjir

  • Pekerjaan saluran tengah kota dan kawasan selatan jadi prioritas

  • Progres pekerjaan saluran baru mencapai 55 persen


Sumber: DSDABM Surabaya

Editor: M Sholahuddin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore