
Photo
JawaPos.com- Penuntasan sejumlah proyek infrastruktur di Kota Surabaya harus segera dikebut. Sebab, sampai saat ini, terhitung baru 49,5 persen pembangunan fisik yang sudah rampung. Padahal, tahun anggaran 2022 tinggal tiga bulan.
Minimnya jumlah proyek fisik yang tuntas itu terungkap dalam rapat dengar pendapat di Komisi C DPRD Surabaya. Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya Lilik Arijanto menyampaikan, angka 49,5 persen itu adalah hasil pekerjaan secara keseluruhan. Mulai pembangunan jalan dan jembatan hingga drainase dan saluran untuk penanggulangan banjir.
Anggota Komisi C DPRD Surabaya Sukadar mengkritik progres pekerjaan fisik tersebut. Menurut dia, penuntasan proyek infrastruktur masih sangat minim. Seharusnya, kata dia, sampai September ini sudah 70 persen pembangunan yang tuntas. ”Progresnya masih kurang banyak,” tegas Sukadar.
Politikus PDIP itu pesimistis DSDABM Surabaya bisa menuntaskan proyek secara keseluruhan. Sebab, tahun anggaran 2022 tersisa tiga bulan lagi. Pekerjaan pun tidak akan berjalan efektif jika sudah masuk musim hujan. ”Khususnya pekerjaan fisik bidang drainase. Ini bisa terancam,” paparnya.
Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono juga menyoroti pekerjaan fisik. Khususnya proyek penanganan banjir. Progresnya masih kurang banyak. Padahal, fasilitas itu dibutuhkan untuk menghadapi musim hujan. ”Saya lihat banyak pekerjaan yang masih kurang. Harus dikebut lagi,” tegasnya.
Anggota komisi C lainnya, Endi Suhadi, menyampaikan bahwa pekerjaan proyek penanggulangan banjir hanya efektif sampai Oktober. Sebab, November–Desember diprediksi sudah memasuki musim hujan. Pemkot pun diminta untuk terus menggencarkan pekerjaan tersebut. ”Pekerjaan pada malam hari harus dimaksimalkan,” imbuhnya.
Kepala Dinas DSDABM Surabaya Lilik Arijanto mengakui pekerjaan fisik perlu digenjot lagi. Proyek penanggulangan banjir, misalnya, sudah mencapai progres 55 persen. Itu meliputi pekerjaan saluran yang terintegrasi di tengah kota.
Sejauh ini, pemasangan box culvert di sekitar Jalan Panglima Sudirman belum sepenuhnya tuntas. Misalnya, di Jalan Kenari dan Embong Kenongo. Termasuk pembuatan crossing di Jalan Kayon. Masih ada penanaman box culvert yang belum tuntas sehingga membahayakan pengguna jalan. Saluran itu harus terkoneksi satu sama lain. Harapannya, saat hujan deras, debit air tidak meluap. ”Kita optimistis bisa tuntas sampai akhir tahun ini,” jelas Lilik.
---
Capaian Pembangunan Fisik di Kota Surabaya
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Lecce vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Imbang di Via del Mare

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022