Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Juni 2022 | 03.48 WIB

Surabaya Butuh 31 Blok Rusunawa, Antrean Tembus 11 Ribu Pemohon

TERHARU: Diah Susilaningtia, penghuni Rusunawa Gunung Anyar tahap II, menangis saat bertemu Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi setelah peresmian Rusunawa Gunung Anyar tahap II pada Senin (30/5). (Frizal/Jawa Pos) - Image

TERHARU: Diah Susilaningtia, penghuni Rusunawa Gunung Anyar tahap II, menangis saat bertemu Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi setelah peresmian Rusunawa Gunung Anyar tahap II pada Senin (30/5). (Frizal/Jawa Pos)

JawaPos.com – Pemkot Surabaya terus mencari solusi untuk mengatasi persoalan hunian layak. Salah satunya, menambah unit rumah susun sederhana sewa (rusunawa) untuk menampung ribuan pemohon. Senin (30/5) Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meresmikan Rusunawa Gunung Anyar Sawah.

Flat lima lantai yang terletak di Jalan Wiguna Tengah, Gunung Anyar, itu terdiri atas dua blok. Blok A dibangun pada 2019, sedangkan blok B didirikan pada 2021. Setiap blok memiliki 100 unit hunian. Dengan begitu, total ada 200 unit hunian. Tambahan unit tersebut bisa mengurangi jumlah antrean. ’’Rusun ini sudah bisa ditempati,’’ kata Eri.

Dia menyampaikan, tidak semua warga bisa menempati rusun. Yang bisa tinggal hanya mereka yang masuk daftar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Itu pun tidak bisa tinggal selamanya. Akan dibatasi 2–3 tahun. Setelah itu, mereka bisa keluar dan digantikan MBR lain yang masuk daftar antrean. ’’Karena itu, saya tidak hanya membangun rusun. Tapi, juga membangun SDM di dalamnya,’’ papar Eri.

Pemkot akan memberikan intervensi terhadap para penghuni rusun. Misalnya, pelatihan untuk meningkatkan skill. Mulai pelatihan menjahit, montir, hingga pembuatan paving. Setelah punya keahlian, mereka disertifikasi dinas ketenagakerjaan (disnaker). ’’Sampai dicarikan pekerjaan. Ini bentuk pemberdayaan agar mentas dari MBR menjadi non-MBR,’’ jelas Eri.

Dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman serta pertanahan (DPRKPP) mencatat jumlah antrean masuk rusunawa masih banyak. Kepala DPRKPP Surabaya Irvan Wahyudrajad mengatakan sudah melakukan verifikasi.

Berdasar data dalam aplikasi e-rusun, jumlah pemohon mencapai 11 ribu orang. Namun, setelah disinkronisasi dengan data SIMBR milik dinas sosial (dinsos), yang memenuhi kriteria hanya 5 ribu pemohon. ’’Tentu syarat utamanya adalah MBR,’’ jelas Irvan.

Dia menambahkan, selain Rusunawa Gunung Anyar Sawah, saat ini pembangunan Rusunawa Tambak Wedi II dan Rusunawa Dukuh Menanggal juga sudah tuntas. Keduanya merupakan hasil kolaborasi pemkot dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR).

Sejauh ini, Pemkot Surabaya sudah mengelola 105 blok rusun yang tersebar di 20 lokasi. Adapun jumlah hunian yang tersedia sebanyak 5.157 unit. Jumlah itu menampung 25.712 jiwa.

Meski begitu, sambung Irvan, jumlah rumah susun yang tersedia belum cukup untuk menampung banyaknya pemohon. Irvan mengungkapkan, pihaknya masih membutuhkan 31 blok rusun baru. ’’Ini masuk dalam perencanaan. Tentu kami akan bersinergi dengan pemerintah pusat,’’ papar mantan kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Surabaya itu.

RUSUNAWA DALAM ANGKA

- 105 blok rusunawa

- 5.157 unit hunian

- Tampung 25.712 jiwa

- Tersebar di 20 lokasi

- 11 ribu pemohon

- 31 blok kebutuhan rusun baru

Upaya Kurangi Antrean Rusunawa:

- Lakukan intervensi ke penghuni rusun

- Bangun kapasitas SDM

- Beri pelatihan dan sertifikasi keahlian

- Penempatan dan penyaluran kerja

Sumber: DPRKPP Kota Surabaya

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore