
IKHTIAR: Gubernur Khofifah Indar Parawansa meninjau deretan migor yang bakal didistribusikan ke seluruh Jatim di Gedung Negara Grahadi pada Dabtu (5/3). Total, ada 2,7 juta liter yang diluncurkan ke seluruh daerah. (Pemprov Jatim untuk Jawa Pos)
JawaPos.com – Sejumlah solusi sudah dilakoni untuk mengatasi problem pelik kelangkaan dan mahalnya minyak goreng (migor). Namun, usaha itu tak juga berhasil. Kini sebuah ”jurus” baru tengah dilakukan Pemprov Jawa Timur (Jatim).
Bersama Asosiasi Pengusaha Pengemas Minyak Goreng Indonesia (APPMGI) dan PT RNI Group (Persero), pemprov mendistribusikan 2,7 juta liter migor (atau sekitar 2.430 ton). Program tersebut diluncurkan pada Sabtu (5/3) lalu di Gedung Negara Grahadi. Minggu (6/3) jutaan liter migor itu mulai didistribusikan.
Berdasar rencana awal, ada 116 pasar di 38 kabupaten/kota se-Jatim plus sejumlah titik lain yang jadi target sasaran. ”Melalui ikhtiar distribusi 2,7 juta liter dari RNI dan APPMGI ini, semoga kelangkaan dan mahalnya migor bisa teratasi,” ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
Harapan tersebut bukan tanpa perhitungan. Sebab, kata Khofifah, kuota yang didistribusikan pemprov belum termasuk suplai harian migor di seluruh wilayah Jatim. Dalam sebulan, ada 63 ribu ton yang terdistribusi. Di sisi lain, kebutuhan rata-rata migor di provinsi ini sebanyak 59 ribu ton per bulan. Logikanya, stok minyak bakal berlebih.
Khofifah menambahkan, distribusi migor hasil kerja sama tersebut digelar bertahap. Saat ini sebagian sedang dalam proses pengemasan. Jika selesai, seluruh stok itu akan dikirim ke 38 kabupaten/kota di Jatim.
Bulan ini pula Jatim juga bakal menerima 4 ribu ton minyak goreng dalam bentuk kemasan. Nantinya barang tersebut akan langsung didistribusikan ke pasar. ”Rencananya, pada 9 Maret barang tersebut akan datang,” ungkapnya.
Mantan menteri sosial itu menegaskan, migor bukan komoditas impor. Sehingga, logikanya, stok yang tersedia lebih dari cukup. Hanya, pada proses distribusi ada kendala.
Karena itu, untuk kali kesekian, tokoh yang juga ketua umum PP Muslimat NU tersebut kembali mengimbau kepada produsen dan distributor migor untuk tidak ”bermain” di tengah situasi ini. ”Saya selalu meminta kepada produsen dan distributor untuk tidak menahan migor,” tegasnya.
Selain menggelontorkan 2,7 liter migor, pemprov tetap menggelar operasi pasar (OP) di berbagai daerah. Seperti kemarin, operasi tersebut berlangsung di UPT Bapenda Jatim, Kraksaan, Probolinggo. Konsepnya sama. Setiap warga dibatasi pembelian maksimal 2 liter dengan harga Rp 25 ribu.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
