
Priscilla di depan bangunan Yayasan Rumah Kehidupan. Rafika Yahya/JawaPos.com
JawaPos.com–Vivaldi (bukan nama sebenarnya), tinggal di Yayasan Rumah Kehidupan sejak 19 tahun lalu. Sejak lahir, dia tinggal di rumah yang juga menjadi safe house bagi perempuan yang hamil di luar nikah dan anaknya.
Cowok bertubuh jangkung itu tinggal bersama 13 anak-anak lainnya. Mereka tinggal sejak dalam kandungan di rumah Yayasan Rumah Kehidupan itu. Vivaldi menjadi anak tertua yang tinggal di Rumah Kehidupan.
”Di sini kami ada sistem piket. Ada yang bagian menyapu, bersihkan jendela, ada yang bertugas di dapur. Semua ada sistemnya,” tutur Vivaldi ketika ditemui di Yayasan Rumah Kehidupan, Kamis (23/12).
Dia baru lulus SMA yang ditempuhnya secara home schooling. Saat ini sedang belajar berwirausaha secara online.
Vivaldi menyebut dirinya senang karena telah menemukan passion-nya. Dia memilih untuk mendalami apa yang telah dimulai daripada menempuh kuliah.
Ke depan, dia memiliki harapan besar agar dalam waktu 5 tahun mendatang dapat membuka banyak kesempatan lapangan kerja bagi masyarakat. ”Aku ingin membantu lebih banyak orang,” ucap Vivaldi.
Dia lalu memperkenalkan beberapa saudara-saudaranya. Mozart (bukan nama sebenarnya), 17, sedang duduk di depan komputer, mengutak-atik aplikasi editing video.
”Ini Mozart. Lagi ngedit video. Dia banyak banget kliennya. Videografer hits Surabaya. Lagi sibuk dia,” ujar Vivaldi sambil menepuk bahu Mozart.
Ditanya cita-citanya, Mozart menyebut ingin mengembangkan diri di dunia videografi. ”Sedang banyak belajar bidang videografi. Saya juga ingin membantu banyak orang,” tutur Mozart.
Selanjutnya, bertemu dengan Eliza (bukan nama sebenarnya), 15. Cewek berambut sebahu itu tampak malu-malu ketika memperkenalkan diri. Eliza disebut Vivaldi sedang sibuk membuat kue yang dijual secara pre order di Instagram.
”Dia lagi open pre order kue. Banyak yang pesan kalau mau Natal. Yang dibikin macam-macam. Dari kastengel, nastar, sampe kue-kue lain yang aku gak tahu namanya,” ucap Vivaldi.
Eliza belum memutuskan cita-citanya. Dia masih senang baking dan memasak kue. ”Lagi sibuk menyiapkan pesanan kue pre order,” ujar dia.
Kemudian muncul Hera (bukan nama sebenarnya), 15. Kata Vivaldi, Hera sedang aktif bermain TikTok. ”Aktif main TikTok. Abis gini katanya mau bikin konten soal keuangan,” ujar Vivaldi disambut senyum malu-malu Hera.
Tak lama kemudian, muncul Marie (bukan nama sebenarnya), 3, digendong seorang staf Yayasan Rumah Kehidupan. Dia tampak baru bangun tidur dan langsung minta digendong Vivaldi.
Vivaldi kemudian menyuguhkan minuman dan kudapan. Dia lalu memanggil Priscilla Lidya, pemilik Yayasan Rumah Kehidupan.
Priscilla bercerita bahwa tiga tahun lalu, seorang perempuan datang ke tempatnya dalam kondisi hamil. ”Perempuan itu hamil di luar nikah. Datang ke rumah kami untuk tinggal sementara sampai melahirkan,” tutur Priscilla.
Yayasan Rumah Kehidupan merupakan rumah tinggal bagi perempuan yang hamil di luar nikah. Rumah ini juga menjadi kediaman dari anak-anak mereka.
”Kami berharap supaya anak-anak tidak diaborsi. Maka dari itu kami menyediakan rumah ini menjadi tempat tinggal bagi para perempuan yang hamil di luar nikah. Mereka bisa tinggal di sini layaknya rumah sendiri,” terang Priscilla.
Selama hamil, tim Yayasan Rumah Kehidupan melakukan mediasi dan negosiasi pada keluarga perempuan untuk tetap menerima beserta anak yang dikandungnya.
”Ada juga yang masih pengen tinggal di sini setelah melahirkan. Biasanya satu bulan setelah melahirkan sampai kuat beraktivitas kembali,” papar Priscilla.
Kemudian bagaimana dengan anak-anak yang sudah lahir? Priscilla mengatakan, selama hamil, pihak Yayasan Rumah Kehidupan terus melakukan mediasi bersama orang tua atau wali dan perempuan hamil yang tinggal di rumahnya.
”Kami memanggil orang tua dari perempuan hamil yang tinggal di rumah kami ini. Rata-rata perempuan hamil yang tinggal di sini berusia 15 sampai 28 tahun. Kami upayakan supaya dia dan anaknya dapat diterima kembali di keluarganya. Bagaimanapun juga, ini darah daging mereka,” tutur Priscilla.
Menurut cerita Priscilla, ada orang tua yang tak mau lagi menerima anak-anak mereka yang hamil di luar nikah beserta bayi yang dilahirkannya. Kalau sudah begitu, pihaknya menyediakan tempat tinggal di yayasan.
”Tapi kami tetap mengupayakan bagaimana supaya anak-anak ini diterima kembali. Bagaimanapun juga, pendidikan dan tumbuh kembang anak lebih baik ditangani orang tuanya,” jelas Priscilla.
Ketika mendirikan yayasan itu 2 dekade lalu, dia mengaku sering mendapat banyak cibiran. Terutama soal pesan yang dibawanya, yakni siapapun memiliki kesempatan hidup.
”Saya hanya ingin memberikan tempat bagi mereka (perempuan hamil di luar nikah) agar mereka mendapatkan perawatan kesehatan sebaik mungkin,” ucap Priscilla.
Dari 73 perempuan yang hamil di luar nikah yang pernah tinggal di Yayasan Rumah Kehidupan, 14 anak tumbuh besar di tempat tersebut. Sebab, orang tua mereka tidak memiliki kemampuan finansial untuk merawatnya.
”Sejak lahir mereka tinggal di sini. Sudah jadi keluarga besar,” ujar Priscilla.
Anak-anak yang dibesarkan di yayasan, lanjut Priscilla, memiliki beberapa prinsip yang berbeda dibanding anak-anak kebanyakan. Misalnya, melakukan re-check kandungan makanan sebelum mengonsumsinya.
”Mereka akan menolak makanan yang mengandung MSG. Makan buah is a must. Makan mi instan juga cuma 1 kali sebulan,” terang Priscilla.
Anak-anak yang tinggal di Yayasan Rumah Kehidupan usia 3 sampai 19 tahun. Terdapat beberapa aturan yang harus dijalankan.
”Sekolah mereka home schooling agar lebih mudah dipantau. Mereka juga dibimbing untuk mengembangkan talenta demi mempersiapkan masa depan. Ada beberapa anak yang telah memulai berwirausaha. Ada yang bergerak di bidang online. Ada yang menjadi videografer dan ada yang bergerak di bidang kuliner.
Lalu, bagaimana bila anak-anak menjadi nakal? Priscilla dan staf memiliki aturan. Ketika mereka melakukan kesalahan, ada sanksi yang diterapkan. Hukuman yang paling tidak disukai kalau meteka dikembalikan ke orang tuanya, karena mereka sudah merasakan hidup sebagai keluarga di Rumah Kehidupan.
”Beberapa anak malah bilang jangan dikembalikan ke orang tuaku, Mami. Aku nakal dan aku salah. Aku dihukum aja ya, Mami. Begitu katanya,” ujar Priscilla menirukan permohonan si anak.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022