Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 November 2021 | 00.37 WIB

Sering Sidangkan Kasus Jambret, Jaksa Dijambret saat Mau Masuk PN

JADI KORBAN: Jaksa Nurhayati (kanan) bersama jaksa Riny di depan PN Surabaya sesaar setelah dijambret. Nurhayati langsung melapor ke Polrestabes Surabaya. (Lugas Wicaksono/Jawa Pos) - Image

JADI KORBAN: Jaksa Nurhayati (kanan) bersama jaksa Riny di depan PN Surabaya sesaar setelah dijambret. Nurhayati langsung melapor ke Polrestabes Surabaya. (Lugas Wicaksono/Jawa Pos)

JawaPos.com – Jaksa Nurhayati menjadi korban penjambretan Rabu (11/11) pukul 13.15. Perempuan yang berdinas di Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya itu disatroni penjambret saat turun dari mobil sebelum masuk ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Penjambretan tersebut terjadi ketika Nurhayati bersama temannya sesama jaksa, Riny N.T., dengan mengendarai mobil tiba di PN Surabaya. Mobil diparkir di depan kantor bank swasta sisi selatan pengadilan.

Nurhayati menyatakan, ketika dirinya turun dari mobil dan hendak masuk ke pengadilan, tiba-tiba dua orang tidak dikenal yang mengendarai sepeda motor memepetnya. Pelaku merebut tas cangklong yang dibawanya. Tas itu berisi uang tunai Rp 4 juta, buku tabungan, kartu ATM, dan surat-surat penting.

Nurhayati yang shock berteriak meminta tolong. Kedua pelaku langsung tancap gas kabur ke arah utara melewati Jalan Kalibutuh. Sejumlah orang yang melihat peristiwa itu berusaha menangkap penjambret, tetapi tidak berhasil. ”Kejadiannya begitu cepat. Saya kaget,” katanya.

Jaksa Nurhayati dan Riny lantas melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Surabaya. Nurhayati berpesan kepada orang-orang agar lebih berhati-hati. Semua orang bisa menjadi korban penjambretan. Termasuk dia yang sehari-hari menyidangkan berbagai kejahatan jalanan. Dia belum tahu motif penjambretan itu.

”Hati-hati karena kejahatan bisa menimpa siapa saja. Termasuk saya yang biasa menyidangkan perkara pencurian, begal, dan penjambretan,” tuturnya.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya Kompol Mirzal Maulana secara terpisah langsung mengerahkan anggotanya untuk memburu pelaku setelah korban membuat laporan. Dua unit sekaligus diturunkan, yakni unit jatanras dan resmob.

Mirzal menuturkan, pihaknya masih berupaya mengidentifikasi pelaku. Di antaranya, menggali informasi ke masyarakat dan memeriksa CCTV di sekitar lokasi penjambretan. ”Kami bentuk beberapa tim untuk mencari petunjuk,” jelasnya.

Alumnus Akpol 2004 itu bertekad memaksimalkan penyelidikan. Bahkan, jika diperlukan, polisi tidak segan mengambil tindakan tegas terukur berupa tembak di tempat kepada pelaku. ”Kasus penjambretan menjadi atensi karena meresahkan,” tegasnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore