
BERI MOTIVASI: Tenaga kesehatan menuliskan kata-kata penyemangat sebelum bertugas di RSD Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (26/1). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat Jawa-Bali sudah berjalan hampir dua pekan. Namun, laju penularan Covid-19 belum juga melandai. Bahkan, makin banyak saja tenaga kesehatan (nakes) yang ikut terpapar virus SARS-CoV-2.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya dr Brahmana Askandar SpOG mengatakan, sampai Rabu (14/7) sedikitnya ada 270 dokter yang terpapar. Sebanyak 211 orang menjalani isolasi mandiri dan 59 lainnya mendapat perawatan di rumah sakit. ’’Jumlah itu (270, Red) baru dokter yang ada di struktural. Belum nakes yang lain. Perawat, misalnya,’’ kata dr Brahmana kepada Jawa Pos.
Dia memprediksi nakes yang terpapar berpotensi terus bertambah. Risiko tertular sangat besar. Sebab, mereka bekerja menangani pasien Covid-19 tanpa istirahat. Nah, mereka sangat mungkin tertular dari pasien yang ditanganinya. ’’Pokoknya, kami sudah berjuang habis-habisan,’’ ujarnya.
Dia mengakui, jumlah tenaga medis yang menangani penyembuhan pasien Covid-19 terus berkurang karena terpapar virus. Kondisi itu terjadi di sejumlah rumah sakit. Bahkan, lanjut dia, ada sejumlah rumah sakit yang dokter di ICU tinggal dua orang. Mereka pun harus bekerja all-out tanpa istirahat. ’’Tidak bisa beristirahat karena tidak ada lagi dokter pengganti. Laporan seperti ini banyak (rumah sakit kekurangan dokter, Red),’’ papar dr Brahmana.
Nah, dalam kondisi seperti itu, sambung dia, penambahan tenaga medis sangat diperlukan. Pemkot Surabaya sudah berencana merekrut relawan medis untuk membantu nakes yang sudah ada.
Wakil Wali Kota Surabaya Armudji mengatakan, relawan kesehatan bisa berasal dari mahasiswa semester akhir yang memiliki latar belakang keilmuan di bidang kesehatan dan medis. Di antaranya, mahasiswa fakultas kedokteran (FK) atau mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes). ’’Tapi, tetap didampingi dan di bawah bimbingan dokter penuh,’’ kata Armudji.
Saat ini pemerintah telah mengoptimalkan pelayanan di 64 puskesmas hingga 24 jam pelayanan. Nah, tentu saja fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) itu membutuhkan tenaga kesehatan yang banyak untuk menyokong pelayanan. ’’Harapannya, relawan kesehatan dapat membantu pelayanan di puskesmas-puskesmas,’’ kata Cak Ji, sapaan karib Armudji.
Baca Juga: Khofifah Berharap Jatim Capai Herd Immunity Pada Agustus
Selain itu, sambung dia, para relawan medis akan disebar ke berbagai kelurahan maupun RT/RW. Termasuk membantu menangani pasien yang menjalani isoman di rumah. Dalam situasi darurat, pihaknya dituntut mengambil langkah cepat untuk menjamin keselamatan warga Kota Pahlawan. ’’Sekarang kita harus ambil terobosan, hindari administrasi njelimet dan birokratis. Jadi, rekrutmen relawan kesehatan seharusnya bisa juga dilakukan pada situasi pandemi ini,’’ tandas Cak Ji.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Prediksi Skor Al-Hilal vs Al-Gharafa di Liga Champions Asia: Gabriel Martinelli Cetak Gol Lagi!
Prediksi Genoa vs Sudtirol: Rotasi De Rossi Jadi Sorotan, Laga Coppa Italia Bisa Berlangsung Sengit
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Osasuna di Liga Spanyol: Los Colchoneros Menang di Metropolitano

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022