
Masyarakat saat mengikuti vaksin di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan, Jumat (25/6/2021). Kementerian Kesehatan menghapus surat domisili sebagai salah satu syarat program vaksinasi nasional di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan milik pe
JawaPos.com – Ledakan pasien baru yang terpapar virus korona di Jatim masih terus berlangsung. Bahkan, selama dua hari terakhir, penambahan kasus anyar sudah melebihi 5 ribu per hari.
Meski demikian, satgas Covid-19 memastikan situasi pandemi masih bisa dikendalikan. Sebab, lonjakan tersebut terjadi karena tracing ketat yang terus berlangsung. Selain itu, jumlah pasien yang sembuh terus bertambah.
Berdasar data Satgas Covid-19 Jatim, penambahan pasien baru selama dua hari terakhir di atas angka 5 ribu. Pada Selasa (13/7) mencapai 6.269 pasien. Kemarin lebih banyak lagi. Ada 7.088 pasien baru. Menjadi yang tertinggi sejak pandemi terjadi awal 2020 silam.
Lonjakan tersebut tak lepas dari tingginya penambahan kasus di sejumlah daerah. Beberapa di antaranya di atas 200 kasus. Di antaranya, Kota Surabaya, Sidoarjo, Kediri, Malang, Nganjuk, Kota Malang, Jember, dan Gresik.
Jika mengacu angka, tentu saja lonjakan tersebut mengkhawatirkan. Namun, Satgas Covid-19 Jatim menyebut situasi tersebut sudah diprediksi.
Kok bisa? Juru Bicara Satgas Covid-19 dr Makhyan Jibril mengatakan, tingginya penambahan kasus baru disebabkan peningkatkan jumlah tracing (penelusuran) per hari oleh tim di lapangan. ”Tracing ditingkatkan. Dulu, di bawah 10 ribu orang per hari. Sekarang mencapai 14 ribu per hari,’’ katanya.
Dampak yang ditimbulkan bisa ditebak. Angka kasus positif bakal meningkat. Namun, situasi tersebut dianggap positif. Sebab, penanganan kasus baru bisa lebih cepat sehingga potensi kesembuhan tinggi.
Sejauh ini, proyeksi tersebut sesuai. Selama beberapa hari terakhir, angka kesembuhan stabil di atas seribu orang per hari. ”Perlahan, pasien yang masih dirawat berkurang, kasus di bawah permukaan juga terungkap,’’ jelasnya.
Sejak awal, Gubernur Khofifah Indar Parawansa memang menginstruksikan perluasan 3T (tracing, testing, dan treatment) alias lacak, tes, dan perawatan. Strategi itu memunculkan banyak warga yang terpapar. Mereka bisa ditangani.
Selain tracing, pemprov menggenjot cakupan vaksinasi. Khofifah menargetkan cakupan vaksinasi mencapai 70 persen dari jumlah warga Jatim pada Agustus nanti. Dengan begitu, bisa memberi herd immunity (kekebalan komunal) pada warga Jatim. ”Kami berharap target dan harapan itu tercapai. Sekaligus menjadi kado di Hari Kemerdekaan RI,” katanya.
Saat ini, total kumulatif kasus positif di Jawa Timur mencapai 210.460 kasus. Pasien yang masih dirawat pun meningkat menjadi 26.992 orang atau setara 12,83 persen. Total pasien sembuh mencapai 168.795 orang. Lalu, total pasien meninggal mencapai 14.669 orang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
