alexametrics

Khofifah Berharap Jatim Capai Herd Immunity Pada Agustus

15 Juli 2021, 12:00:35 WIB

JawaPos.com – Ledakan pasien baru yang terpapar virus korona di Jatim masih terus berlangsung. Bahkan, selama dua hari terakhir, penambahan kasus anyar sudah melebihi 5 ribu per hari.

Meski demikian, satgas Covid-19 memastikan situasi pandemi masih bisa dikendalikan. Sebab, lonjakan tersebut terjadi karena tracing ketat yang terus berlangsung. Selain itu, jumlah pasien yang sembuh terus bertambah.

Berdasar data Satgas Covid-19 Jatim, penambahan pasien baru selama dua hari terakhir di atas angka 5 ribu. Pada Selasa (13/7) mencapai 6.269 pasien. Kemarin lebih banyak lagi. Ada 7.088 pasien baru. Menjadi yang tertinggi sejak pandemi terjadi awal 2020 silam.

Lonjakan tersebut tak lepas dari tingginya penambahan kasus di sejumlah daerah. Beberapa di antaranya di atas 200 kasus. Di antaranya, Kota Surabaya, Sidoarjo, Kediri, Malang, Nganjuk, Kota Malang, Jember, dan Gresik.

Jika mengacu angka, tentu saja lonjakan tersebut mengkhawatirkan. Namun, Satgas Covid-19 Jatim menyebut situasi tersebut sudah diprediksi.

Kok bisa? Juru Bicara Satgas Covid-19 dr Makhyan Jibril mengatakan, tingginya penambahan kasus baru disebabkan peningkatkan jumlah tracing (penelusuran) per hari oleh tim di lapangan. ”Tracing ditingkatkan. Dulu, di bawah 10 ribu orang per hari. Sekarang mencapai 14 ribu per hari,’’ katanya.

Dampak yang ditimbulkan bisa ditebak. Angka kasus positif bakal meningkat. Namun, situasi tersebut dianggap positif. Sebab, penanganan kasus baru bisa lebih cepat sehingga potensi kesembuhan tinggi.

Sejauh ini, proyeksi tersebut sesuai. Selama beberapa hari terakhir, angka kesembuhan stabil di atas seribu orang per hari. ”Perlahan, pasien yang masih dirawat berkurang, kasus di bawah permukaan juga terungkap,’’ jelasnya.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : riq/elo/c13/ris




Close Ads