Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Desember 2019 | 03.48 WIB

Geliat Komunitas Muda Mudi Surabaya Mendaur Ulang Popok Sekali Pakai

BERI SOLUSI: Anggota Komunitas Muda Mudi Surabaya menunjukkan hasil kreativitas mereka. (Kartika Sari/Jawa Pos) - Image

BERI SOLUSI: Anggota Komunitas Muda Mudi Surabaya menunjukkan hasil kreativitas mereka. (Kartika Sari/Jawa Pos)

Popok bekas di tangan Komunitas Muda Mudi Surabaya bisa dimanfaatkan menjadi barang yang lebih bernilai. Melalui gerakan sedekah popok bekas, mereka mendorong masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan.

KARTIKA SARI, Surabaya

Di antara para pegiat yang berfokus pada usaha penyelamatan lingkungan hijau, ada Komunitas Muda Mudi Surabaya (KMS) yang memiliki inovasi penyelamatan lingkungan dengan mengumpulkan diapers atau popok bekas. Lalu, popok tersebut dijadikan vas bunga, pot, hiasan meja, atau asbak.

Bukan tanpa alasan KMS membuat kampanye di media sosial dengan gerakan sedekah popok bekas. Ketua KMS Zubaidulloh menyatakan resah mengingat di mana-mana digembar-gemborkan agar masyarakat tidak membuang popok sembarangan. ”Kita didorong untuk tidak membuang popok sembarangan. Tapi, kita tidak diberi solusi bagaimana mengolah popok-popok itu,” paparnya Dilema itu dialami sendiri oleh Ubet, sapaan Zubaidulloh. Anaknya yang saat itu masih berusia 1,5 tahun menggunakan popok sekali pakai. Ubet merasa resah karena penggunaan popok semakin banyak. Apalagi benda tersebut ketika sudah dipakai hanya berakhir dengan dibuang di tempat sampah.

Kemudian, Ubet iseng-iseng mencari video di YouTube tentang cara memanfaatkan popok habis pakai. Ide untuk memanfaatkan popok tersebut menjadi kerajinan tangan pun muncul. Sejak September tahun ini, dia mulai membuat gerakan sedekah popok bekas bersama timnya di KMS. Awalnya, mereka mendapatkan diapers bekas dengan berkeliling dari satu rumah ke rumah warga. Di bengkel KMS yang bertempat di Kendangsari Gang 10 Nomor 4, popok bekas itu diubah menjadi vas bunga, pot, hiasan meja, atau asbak.

Caranya, mereka membuat bubur dari semen, lem kayu, dan air. Setelah itu, diapers dicampur dalam adonan tersebut. Lalu, siap dibentuk sesuai selera. Untuk finishing, asbak atau vas bunga itu dicat warna-warni.

Perkakas itu lalu dijual secara online. Selain dibeli oleh teman-teman sendiri, paling jauh perkakas dibeli konsumen dari Nusa Tenggara Timur. Perkakas tersebut dijual mulai Rp 20 ribu hingga Rp 70 ribu.

Meski program sedekah popok bekas baru berjalan sekitar tiga bulan, KMS sudah memiliki penyumbang tetap. Yakni, Posyandu Flamboyan Karang Pilang yang dalam sekali setor berjumlah 350 popok. Ada juga kader Pondok Benowo yang menyetor 60 lembar popok. Selain berbentuk sumbangan, KMS menerima pembelian popok. Satu popok yang sudah bersih dihargai Rp 200.

Berkat ketekunan Ubet dan teman-temannya, kerajinan tersebut sudah diikutkan pameran di Jepang. ”Kebetulan ada teman kami yang tertarik membawa kerajinan popok bekas itu ke pameran,” urainya.

Karena popok yang diterima harus bersih, KMS tentunya juga mengajari masyarakat cara membersihkan popok sehingga layak dijadikan kerajinan tangan. ”Selain dibersihkan dari kotoran, gel dan plastik di bagian popok dihilangkan,” kata Ubet.

Selain menjalankan program sedekah popok bekas, KMS yang saat ini memiliki 40 anggota aktif mengedukasi masyarakat cara membuat kerajinan tangan dari popok bekas. Mulai perkumpulan warga dalam ukuran kecil hingga masyarakat luas.

Khususnya, KMS memberikan edukasi kepada warga di sekitar bantaran sungai agar tidak membuang popok di kali. Warga bisa memanfaatkannya dengan mendaur ulang. ”Yang baru saja kami berikan workshop pembuatan kerajinan popok bekas adalah warga Kali Brantas. Di kali itu banyak ditemukan sampah popoknya,” kata Ubet.

Ubet dan kawan-kawannya mengaku dengan sukarela memberikan workshop. ”Tidak ada biaya yang kami pungut. Sebab, yang paling utama, kami ingin menyadarkan masyarakat untuk menjaga lingkungan,” paparnya. Dia pun mengaku kebanjiran order untuk mengisi workshop pembuatan kerajinan tangan dari popok bekas.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore