
Owner Siji Vincentius Hindarto Lianata Limanjaya.
JawaPos.com–Industri kuliner di Surabaya terus bergeliat. Banyak gerai makanan di Surabaya dibuka. Terutama di luar mal-mal. Salah satunya Siji.
Berlokasi di Jalan Embong Gayam, Surabaya, Siji menawarkan fast food yang tak biasa. Vincentius Hindarto Lianata Limanjaya, owner Siji mengatakan, menyuguhkan menu bakso yang disiram dengan signature sauce.
”Kenapa kok bakso, karena kayak diterima di semua lidah orang. Dan, aku bisa klaim, Siji ini bakso nomor satu di Indonesia fast food dengan tiga varian sambal. Ada sambal signature Siji, pencit, dan lombok ijo,” papar Vincentius Hindarto Lianata Limanjaya.
Vincentius menyebut, bakso yang disuguhkan memiliki kelaikan untuk dimakan. Tidak terlalu kecil dan cukup tebal. Porsi nasi yang pas untuk disantap juga menjadi karakter Siji.
”Rencananya, saya juga mau buka di Jakarta. Melihat pasar di Surabaya dulu bagaimana. Saya optimistis bisa tumbuh,” ujar Vincentius Hindarto Lianata Limanjaya.
Pengamat sekaligus dosen ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Danang Bahtiar mengatakan, saat ini dunia bisnis sedang menggeliat termasuk dalam bidang usaha kuliner.
Menurut Danang, salah satu penyebabnya adalah pandemi effect banyak orang yang mengalami PHK. Sehingga, mereka harus banting setir untuk bisa bertahan hidup. Salah satunya dengan membuka usaha kuliner.
”Mengapa usaha ini paling diminati, karena bisnis ini mudah dilakukan, tidak butuh modal besar dan menjanjikan balik modal dengan cepat,” terang Danang.
Dia menyatakan, semua orang bisa buka usaha kuliner tapi tidak semua usaha kuliner bisa eksis dan mampu bertahan. Salah satu faktor yang harus diperhatikan dalam membuka usaha adalah komitmen untuk terus menjalankan usaha.
Menurut Danang, komitmen itu memacu untuk terus berinovasi mempertahankan bisnis yang sudah dibangun. Selain itu, pemahaman yang baik tentang pasar dan konsumen juga berpengaruh terhadap kelangsungan usaha.
Danang menuturkan, usaha kuliner sekilas tampak mudah dan sangat menjanjikan. Tetapi di balik itu terdapat risiko yang sangat tinggi untuk gagal.
”Berdasar survei di lapangan kurang lebih 60 persen bisnis kuliner mengalami gulung tikar pada tahun pertama, dan 80 persen tidak mampu bertahan pada tahun kelima. Karena itu, butuh perencanaan yang matang sebelum memulai usaha tersebut,” papar Danang Bahtiar.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
