
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro saat menunjukkan sajam yang digunakan pelaku pengeroyokan terhadap anggota Ansor Wonoayu.
JawaPos.com – Pelaku penganiayaan hingga tewas terhadap anggota Ansor, Muhammad Daudi Ardiansyah, 18, akhirnya terungkap. Polisi menangkap 10 pelaku yang semuanya masih di bawah umur. Insiden berdarah yang menimpa warga Desa Wonoayu RT 3/RW 4, Kecamatan Wonoayu itu terjadi pada Senin (22/5) dini hari. Lokasinya di lahan kosong yang ada di Desa Sepande, Kecamatan Candi. Polisi berhasil mengungkap motif dan pelaku penganiayaan sehari pascainsiden berlangsung.
Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro mengatakan, seluruh pelaku tergabung dalam dua kelompok gangster yakni RSG 21 dan T3HEROES. Mereka adalah MAP, ASR, AM, PMSRW, RAIP, MFMP, KRPW, RYEY, MPAP, dan DM.
“Semuanya masih berumur 15 hingga 17 tahun,” terang Kusumo seperti dilansir Radar Sidoarjo (Jawa Pos Group).
Kusumo menegaskan, antara korban dengan pelaku adalah sama-sama anggota kelompok geng. Korban tergabung dalam kelompok Sidoarjo Brawl yang saat itu mengirimkan tantangan melalui akun Instagram.
“Postingan tersebut kemudian dibalas oleh kelompok RSG 21 atau Rusia 21 Gangster Surabaya. Kemudian dari RSG 21 ini diteruskan ke kelompok bawahnya yaitu Remaja 21 Kompleks dan T3HEROES,” ungkap Kusumo.
Berdasar kesepakatan itulah, Remaja 21 Kompleks dan T3HEROES melawan Sidoarjo Brawl menyetujui untuk melakukan tawuran pada Senin (22/5) dini hari. Awalnya, mereka janjian di Maspion II Buduran. Tapi tidak ada kelompok Sidoarjo Brawl. Mereka lalu melanjutkan perjalanan menuju ke sekitaran Desa Sepande, Candi.
“Saat bertemu di Sepande, kelompok dari korban kalah jumlah dengan hanya membawa 15 orang sedangkan lawannya membawa sekitar 40 orang yang lengkap dengan senjata tajam,” ujar Kusumo.
Kusumo menambahkan, kelompok korban yang ketakutan kemudian langsung kabur. Korban yang semula dijemput dan dibonceng oleh temannya ketinggalan rombongan dan akhirnya berlari ke arah lahan kosong tersebut.
“Korban mendapat luka irisan pada punggung tangan kiri, tungkai bawah kanan, juga ada luka bacok pada pinggang kiri, tungkai bawah kiri, bokong kiri dan tungkai atas kiri sisi belakang,” jelas Kusumo. Akibatnya, korban menderita luka parah hingga tewas.
Sementara itu, Sri Wayati, 55, ibu korban, mengatakan, pada Minggu (21/5) malam anaknya menghadiri acara banjari di Porong sebelum kejadian tragis tersebut terjadi. “Dia pulang malam, setelah itu dijemput sama temannya keluar. Saya juga ndak ada firasat apa-apa waktu itu,” ujar Sri.
Selain itu, menurut tetangga korban, KH, 45, korban keluar bersama beberapa orang yang terlihat akrab dengannya. Mereka mengaku teman sekolah korban. KH juga tidak mengetahui dengan pasti berapa banyak teman yang menjemput korban. Tetapi dia mengingat bahwa ada dua atau tiga orang yang datang menjemput.
“Malamnya itu memang dijemput, ya terlihat akrab tapi untuk berapa orangnya saya juga ndak ngitung,” imbuh KH.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
