
Ketua Umum PP GP Ansor, Addin Jauharudin, dalam perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili bertema “Merayakan Harmoni, Menyambut Suci” di Gedung PP GP Ansor, Jakarta, Selasa (17/2). (Istimewa)
JawaPos.com – Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) menggelar Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili bertema “Merayakan Harmoni, Menyambut Suci” di Gedung PP GP Ansor, Jakarta, Selasa (17/2).
Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi lintas komunitas untuk memperkuat persaudaraan, toleransi, serta semangat akulturasi budaya sebagai fondasi kebangsaan.
Ketua Umum PP GP Ansor, Addin Jauharudin menegaskan bahwa perayaan tersebut merupakan pernyataan sikap kebangsaan untuk merawat Indonesia yang rukun dalam keberagaman.
“Hari ini kita berdiri bukan sekadar sebagai undangan, melainkan sebagai saksi bahwa Indonesia memilih untuk tetap utuh. Negeri ini tidak dibangun oleh keseragaman, tetapi oleh keberanian untuk hidup berdampingan dan saling merangkul,” kata Addin di Jakarta.
Addin menjelaskan, tema “Merayakan Harmoni, Menyambut Suci” menegaskan bahwa ruang kebudayaan dan ruang keimanan dapat berjalan beriringan dalam semangat saling menguatkan.
“Imlek kita rayakan bukan sebagai milik satu komunitas, tetapi sebagai milik kemanusiaan. Cahaya lampion dan cahaya iman bisa berdampingan, saling menerangi tanpa saling meredupkan. Itulah wajah harmoni Indonesia yang kita jaga bersama,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, GP Ansor menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang-ruang perjumpaan yang memperkuat kohesi sosial, membangun saling pengertian, serta menolak polarisasi yang berpotensi memecah belah bangsa.
Perayaan Imlek 2577 Kongzili tersebut menjadi simbol bahwa harmoni dapat dirawat melalui kebersamaan, dialog, dan penghormatan terhadap identitas masing-masing dalam satu rumah besar Indonesia.
Sementara itu, Wakil Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Hasan Karman, menyampaikan apresiasi atas inisiatif GP Ansor yang menghadirkan perayaan sebagai jembatan persaudaraan dan dialog lintas budaya.
“Kami mengapresiasi GP Ansor yang menghadirkan perayaan ini sebagai ruang persaudaraan,” urainya.
Hasan menekankan bahwa akulturasi merupakan kekuatan budaya Indonesia. Dalam semangat Pancasila, perbedaan tidak dipandang sebagai jarak, melainkan sebagai peluang untuk membangun kerja sama dan saling menghormati.
“Akulturasi adalah kekuatan Indonesia, ketika perbedaan tidak dijadikan jarak, melainkan dipertemukan menjadi kerja sama, saling menghormati, dan saling menjaga,” tegasnya.
Dalam acara tersebut, GP Ansor juga menghadirkan ruang perjumpaan yang lebih cair melalui bincang santai bertema Imlek sebagai jembatan persaudaraan.
Akulturasi budaya turut ditampilkan melalui sajian kuliner yang mencerminkan pertemuan berbagai tradisi.
Salah satu simbol yang diangkat adalah bakso sebagai wujud asimilasi kuliner yang berkembang di Indonesia dan diterima luas oleh berbagai komunitas.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
