Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Oktober 2025 | 19.34 WIB

Satu Lagi Santri Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Dievakuasi dalam Kondisi Tak Bernyawa

Keluarga korban melihat daftar nama korban, Jumat (3/10). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com-Memasuki hari kelima, Jumat (3/10), satu orang santri Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo, yang tertimbun reruntuhan bangunan berhasil dievakuasi. Sayang, ia ditemukan dalam keadaan tak bernyawa

Kabar ini dikonfirmasi Kasubdit Pengerahan dan Pengendalian Operasi (RPDO) Basarnas, Emi Freezer. Ia mengatakan satu korban meninggal berhasil dievakuasi pukul 10.17 WIB. 

"Jadi tadi pada pukul 10.17 WIB, satu korban tambahan berhasil diekstrikasi di bagian timur sektor A2 (bagian belakang dan berhadapan langsung dengan dinding asrama)," tutur Emi di Posko Darurat, Jumat (3/10). 

Pada hari yang sama, Tim SAR lebih dulu mengevakuasi dua korban meninggal dunia di lokasi tempat wudu sektor A2, yakni ditemukan pada pukul 07.30 WIB dan pada pukul 07.36 WIB. 

"Dengan demikian, hingga laporan terakhir, total terdapat 3 korban diekstrikasi di sektor A2 (tempat wudhu). Ketiganya dalam kondisi meninggal dunia," imbuhnya. 

Terkait identitas, ia belum bisa memastikan karena masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI Polda Jawa Timur. Setelah ditemukan, korban dimasukkan ke kantong jenazah dan dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya.

"Proses evakuasi masih terus berlangsung, dan pembersihan puing tetap difokuskan ke sisi utara pada bagian yang tidak terintegrasi dengan struktur utama," tukas Emi.

Kronologi Singkat 
Bangunan Musala tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Insiden tragis ini terjadi saat santri Pondok Pesantren Al Khoziny sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua.

Akibatnya, banyak santri yang diduga terjebak dalam reruntuhan bangunana. Hingga Jumat (3/10) pukul 11.30 WIB, sebanyak 112 orang menjadi korban, rinciannya 8 orang meninggal dunia dan 104 korban selamat.

Sementara 55 santri lainnya diduga masih terjebak dalam reruntuhan. Tim SAR gabungan hingga kini terus berjibaku untuk mengevakuasi korban lain yang masih tertimbun reruntuhan.

Mengingat golden time atau batas waktu kritis sejak insiden telah berakhir pada Kamis (2/10) sekitar pukul 15.35 WIB, upacara pencarian beralih menggunakan alat berat berupa ekskavator dan crane. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore