Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 20 September 2025 | 05.01 WIB

Teatrikal Perobekan Bendera di Depan Hotel Majapahit Kembali Digelar, Angkat Keberanian Arek-Arek Suroboyo

Meriahnya teatrikal perobekan bendera di depan Hotel Majapahit. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Meriahnya teatrikal perobekan bendera di depan Hotel Majapahit. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan kembali menggelar teatrikal kolosal bersejarah Perobekan Bendera Surabaya Merah Putih di depan Hotel Majapahit pada Minggu (21/9) pagi.

Pertunjukan tahunan ini selalu dinantikan masyarakat. Menampilkan keberanian arek-arek Suroboyo pada peristiwa Perobekan Bendera 19 September 1945 di Hotel Yamato (saat ini bernama Hotel Majapahit).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, teatrikal ini menjadi cara mengenalkan sejarah agar tak dilupakan dan tergerus zaman. wali kota juga akan memerankan tokoh Residen Soedirman dalam teatrikal tersebut.

“Lewat pementasan ini, kami ingin masyarakat merasakan sendiri semangat 19 September 1945, semangat pantang menyerah yang membentuk karakter Surabaya hingga dikenal sebagai Kota Pahlawan," ujar Eri, Jumat (19/9).

Teatrikal Perobekan Bendera diharapkan menjadi ajang pertemuan sejarah, seni, dan masyarakat, sekaligus memperkuat identitas Surabaya sebagai Kota Pahlawan serta memberi inspirasi bagi generasi penerus.

"Kami ingin mengingatkan kembali kepada generasi muda bahwa arek-arek Surabaya tidak boleh melupakan sejarah. Banyak pejuang yang rela berkorban nyawa untuk merebut kemerdekaan," imbuh Eri.

Eri menyebut, Teatrikal Perobekan Bendera murni melibatkan arek-arek Suroboyo dan tidak menggunakan aktor profesional. Pemkot Surabaya ingin anak muda merasa bangga menjadi bagian dari pertunjukkan sejarah ini. 

"Kami mengundang masyarakat untuk hadir dan menyaksikan langsung pertunjukan ini di sepanjang Jalan Tunjungan, merasakan bagaimana perjuangan arek-arek Suroboyo 80 tahun silam," ajak Eri.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, serta Pariwisata Kota Surabaya, Hidayat Syah menjelaskan pertunjukan ini mengusung skenografi ludrukan dengan durasi tampil sekitar 90 menit.

"Pementasan ini menggabungkan elemen teater, tari, puisi, musik keroncong, seni instalasi, dan parade sepeda kuno, yang membangun atmosfer Surabaya tahun 1945 yang penuh ketegangan,” tutur Hidayat.

Klimaksnya, aksi heroik Hariyono yang merobek bendera akan diiringi lagu Berkibarlah Benderaku, menambah getaran emosional bagi penonton. Gelaran ini melibatkan 1.000 pemain yang terdiri atas gabungan seniman dan pelajar.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore