
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membantah isu PHK massal yang terjadi di PT Gudang Garam, pabrik rokok legendaris di Kediri. (Humas Pemprov Jatim)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa akhirnya buka suara mengenai isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di PT Gudang Garam Tbk, yang belakangnya viral di medi sosial.
Khofifah membantah dan menyebut manajemen PT Gudang Garam bukan melakukan PHK massal, melainkan menawarkan program pensiun dini. Dikatakannya, program ini telah diterapkan sejak lama.
"Yang terjadi adalah pensiun dini ditawarkan oleh manajemen PT Gudang Garam. Itu sebenarnya sudah agak lama. Saat ini sedang dilakukan koordinasi dengan dinas tenaga kerja," ujar Khofifah di Surabaya, Senin (8/9) kemarin.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja daj Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur, Sigit Priyanto menegaskan bahwa PT Gudang Garam tak melakukan PHK massal, seperti yang dinarasikan di media sosial.
"Informasi awal dari manajemen gudang garam bahwa memang ada program pensiun dini. Bukan PHK. Karena pensiun dini itu ditawarkan ke pekerja," ujar Sigit dikonfirmasi awak media, baru-baru ini.
Program pensiun dini yang diinisiasi PT Gudang Garam, lanjut Sigit, bukan tanpa alasan. Pabrik rokok legendaris di Kediri, Jawa Timur ini terguncang karena maraknya rokok ilegal, sementara nilai cukai semakin tinggi.
"Memang keterangan dari Gudang Garam Kediri, terinfo bahwa ada dampak dari penjualan rokok ilegal dan tingginya nilai cukai. Dari situ, karyawan ditawari itu (program Pensiun Dini)," sambungnya.
Sigit menyebut kurang lebih ada 200 karyawan Gudang Garam yang memutuskan mengambil program Pensiun Dini. Dari jumlah tersebut, 14 karyawan diantaranya memang usia menjelang pensiun, selebihnya masih produktif.
Sebelumnya, jagat maya dihebohkan dengan kabar PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) massal di PT Gudang Garam, pabrik rokok legendaris di Jawa Timur. Momen karyawan berpamitan pun tersebar luas di media sosial.
Dalam video berdurasi satu menit 18 detik, yang diunggah ulang akun Instgaram @inijawatimur, tampak para karyawan berbaris rapi dan saling berjabat tangan. Wajah mereka lesu. Beberapa dari mereka bahkan menitikkan air mata saat berpamitan.
"Sepurane sing akeh, sehat-sehat, ya," ucap seorang karyawan laki-laki tinggi berseragam merah-biru, sambil berpamitan dan memeluk temannya. Wajahnya tersenyum, namun nada getirnya tak bisa disembunyikan. (*)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
