Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Juni 2025 | 14.23 WIB

Forum Solidaritas Madura Batal Demo usai Heboh Ancam Lumpuhkan Surabaya Selama 5 Hari

Viral video pernyataan Forum Solidaritas Madura Indonesia. (Tangkapan layar konten Instagram @lovesuroboyo) - Image

Viral video pernyataan Forum Solidaritas Madura Indonesia. (Tangkapan layar konten Instagram @lovesuroboyo)

JawaPos.com-Video pernyataan Forum Solidaritas Madura Indonesia (FSMI) yang mengecam akan melakukan aksi besar-besaran di Balai Kota Surabaya, menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Video berdurasi satu menit itu diunggah ulang (repost) oleh banyak akun media sosial. Salah satunya akun Instagram @aslisuroboyo. Tak sampai 24 jam, video pernyataan FSMI telah ditonton lebih dari 759 ribu kali.

Berikut pernyataan yang disampaikan dalam video viral:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

Kami dari Forum Solidaritas Madura Indonesia dengan ini mau memberikan pernyataan sikap kepada Pemerintah Kota Surabaya terkait kegaduhan di tengah-tengah masyarakat Surabaya.

Yang di mana permasalahan ini sangat membuat gaduh kota Surabaya dengan statement-statement, dengan viralnya TikTok-TikTok atau viralnya video-video yang beredar di tengah masyarakat terkait masalah jukir liar lah, yang disebut preman lah, terkait masalah UMKM yang ada di kota Surabaya lah. 

Jadi kami dari Forum Solidaritas Madura Indonesia akan menggelar aksi demo besar-besaran sebagai bentuk protes nyata terhadap Pemerintah Kota Surabaya.

Jangan hanya menggunakan statement Surabaya gaduh. Yang membuat gaduh adalah Pemerintah Kota Surabaya. Maka dengan ini kami pastikan Senin, 16 Juni 2025 sampai Jumat, 20 Juni 2025, kami dari Forum Solidaritas Madura Indonesia akan melumpuhkan kota Surabaya.

Camkan Itu! Salam settong dhere!

Bukan hanya video pernyataan, surat resmi aksi FSMI di Balai Kota Surabaya juga beredar luas di media sosial. Berdasar data yang diterima JawaPos.com, surat tersebut ditujukan bagi Kapolrestabes Surabaya.

"Kami Forum Solidaritas Madura Indonesia akan menyampaikan aspirasi secara terbuka terkait dugaan ucapan Wali Kota Surabaya yang mencederai seluruh hati masyarakat Suku Madura," tertulis dalam surat tersebut.

Dalam surat yang sama, tertera estimasi massa yang akan mengikuti aksi demonstrasi sekitar 1.000 orang dan membawa lima tuntutan.
1. Meminta Wali Kota Surabaya stop mencederai hati seluruh masyarakat Madura.
2. Stop bikin kegaduhan di Kota Surabaya.
3. Stop membangun penciptaan dan lebih baik membangun Kota Surabaya dari segi pendidikan dan infrastruktur Kota Surabaya.
4. Stop jadi tiktoker dan selebgram.
5. Stop merasa diri sebagai Raja di Kota Surabaya.

Namun, alih-alih mendapat simpati, pernyataan sikap dan rencana Forum Solidaritas Madura Indonesia menggelar aksi besar-besaran justru viral dan menjadi bulan-bulanan warganet di dunia maya.

Tak lama setelah viral di media sosial, Forum Solidaritas Madura Indonesia mengurungkan niat. Aksi besar-besaran selama lima hari yang mereka klaim untuk melumpuhkan Surabaya batal digelar.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore