
Dekan Fakultas Vokasi Unair Prof. Anwar Ma’ruf (dua dari kanan) melihat produk hasil kreativitas mahasiswa D3 Akuntansi di bazar yang diadakan dalam rangka Dies Natalis ke-11, Rabu (4/6).
JawaPos.com – Fakultas Vokasi Universitas Airlangga (Unair) terus membuktikan diri sebagai penghasil lulusan siap kerja. Di usia yang ke-11 tahun, tingkat serapan kerja lulusannya mencapai angka membanggakan: 98 persen berhasil terserap ke dunia kerja dalam waktu kurang dari enam bulan setelah lulus.
Capaian itu disampaikan langsung oleh Dekan Fakultas Vokasi Unair Prof. Anwar Ma’ruf, dalam gelaran bazar kewirausahaan yang menjadi bagian dari perayaan Dies Natalis ke-11, Rabu (4/6). Menurutnya, pencapaian ini tidak lepas dari penerapan kurikulum berbasis industri serta praktik langsung di lapangan.
“Lulusan vokasi kami rata-rata langsung terserap di dunia kerja karena sejak awal sudah dibekali keterampilan yang sesuai kebutuhan industri. Bahkan banyak yang sudah bekerja di semester akhir,” ujar Anwar.
Berdasarkan data Indikator Kinerja Utama (IKU) 1, sebanyak 98 persen lulusan Fakultas Vokasi Unair telah bekerja kurang dari enam bulan setelah lulus, dengan gaji minimal 1,2 kali upah minimum provinsi (UMP).
Dalam rangkaian Dies Natalis tersebut, Fakultas Vokasi juga menggelar bazar kewirausahaan yang menampilkan 140 tenan dari 19 program studi. Bazar ini merupakan implementasi langsung dari mata kuliah Kewirausahaan yang wajib diikuti oleh mahasiswa semester 2 dan 4.
“Kami tidak ingin mahasiswa hanya belajar teori. Lewat bazar ini mereka belajar langsung membuat, memasarkan, hingga menjelaskan produknya ke masyarakat,” imbuhnya.
Salah satu produk menarik dalam bazar adalah Ripstitsch Collection, brand tas handmade hasil kreasi tiga mahasiswi D3 Akuntansi: Divia Riang Alangjalis, Aulia Azzahra, dan Imanuela Putri Santoso. Mereka mengolah bahan bekas seperti jeans menjadi berbagai model tas kekinian seperti sling bag, shoulder bag, hingga tote bag.
“Kami memanfaatkan bahan bekas supaya lebih ramah lingkungan dan tetap fungsional. Satu tas bisa jadi dalam waktu seminggu, tergantung modelnya,” ujar Divia.
Prof. Anwar juga menyampaikan bahwa saat ini jumlah mahasiswa vokasi Unair mencapai lebih dari 6.500 orang, naik signifikan dibanding awal berdirinya yang hanya sekitar 4.000. Ini menunjukkan animo masyarakat terhadap pendidikan vokasi semakin tinggi.
“Sekarang peminat vokasi tidak bisa lagi dianggap pilihan kedua. Program studi kami seperti Teknologi Laboratorium Medis bahkan mensyaratkan nilai UTBK tinggi. Ini bukti kualitas vokasi makin diakui,” tegasnya.
Ke depan, Fakultas Vokasi Unair menargetkan peningkatan kualitas lulusan serta perluasan akreditasi internasional. Saat ini, dari 19 program studi, sebanyak 14 di antaranya telah berstatus sarjana terapan (D4), dan sisanya masih diploma 3.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
