Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Mei 2025 | 12.38 WIB

Fantasi Sedarah di Media Sosial, Bahaya yang Mengintai Anak Muda Surabaya

ILUSTRASI: Kekerasan seksual. (JawaPos) - Image

ILUSTRASI: Kekerasan seksual. (JawaPos)

JawaPos.com–Terbongkarnya grup Facebook bernama Fantasi Sedarah baru-baru ini menghebohkan publik. Mirisnya, grup ini memiliki lebih dari 30 anggota dan mereka terang-terangan menunjukkan fantasi inses.

Bahkan terhadap anak kandung yang usianya masih di bawah umur. Psikolog Universitas Airlangga (Unair) Dewi Retno Suminar mengungkapkan, dari sisi psikologis, ada banyak faktor yang mendasari perilaku tersebut.

Mulai dari trauma, minimnya nilai agama, sosial, hingga faktor lain. “Tidak selalu orang melakukan inses karena trauma, walau memang ada beberapa mengalami trauma relasi sebelumnya," tutur Dewi, Sabtu (24/5).

Menurut dia, inses bisa terjadi karena hubungan keluarga yang terlalu bebas, lingkungan rumah yang diatur ke arah melakukan hubungan intim, serta kurangnya pemahaman dan nilai-nilai agama sejak dini.

Orang dengan rasa ingin tahu tinggi dapat tertarik pada komunitas menyimpang seperti Fantasi Sedarah. Ketertarikan ini dipicu keinginan eksplorasi tanpa memahami risiko yang terkandung di dalamnya.

"Ditambah jika memiliki sifat sulit menolak ajakan orang lain, dia rentan jadi korban. Sebab, ada relasi kuasa yang mendorong seseorang sulit menolak, sehingga terjadi hubungan inses yang tidak diinginkan," imbuh Dewi Retno Suminar.

Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memberikan edukasi seksual kepada anak sejak dini. Meskipun tidak bisa dipungkiri, topik ini (hubungan sedarah atau inses) masih dianggap tabu oleh sebagian masyarakat.

“Ketika anak memasuki baligh, memang harus dipisah untuk tidurnya laki-laki dan perempuan. Kemudian nilai moral tentang relasi dan batasan sentuhan antara laki-laki dan perempuan juga harus diajarkan sejak dini," terang Dewi Retno Suminar.

Adapun langkah-langkah pencegahan agar terhindar dari kecenderungan perilaku menyimpang, dengan bergabung dalam komunitas positif, seperti rohani, game hingga olahraga.

“Banyak aktivitas yang bersifat fisik yang harus dilakukan. Hal ini agar membuat badan dan pikiran segar karena oksigen yang mengalir dengan baik, sehingga tawaran komunitas yang menyimpang tidak lagi menarik,” tukas Dewi. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore